Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana Masjid Al Furqon, Desa/Kecamatan Badegan, mendadak geger pada Senin (1/6/2026) sore. Seorang pria yang diketahui berasal dari Kecamatan Balong, ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri di area kamar mandi masjid dan dinyatakan meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Mulyanto (54), warga Jalan Mawar, Desa/Kecamatan Balong. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 15.30 WIB, ketika seorang warga hendak menggunakan kamar mandi masjid. Saat itu, korban ditemukan dalam posisi tergeletak dan tidak menunjukkan tanda-tanda bergerak.
“Korban ditemukan oleh saksi dalam kondisi tergeletak di kamar mandi masjid. Setelah kejadian itu, warga segera melaporkan kepada petugas kepolisian untuk dilakukan penanganan,” ungkap Pamapta 1 Polres Ponorogo, Ipda John Anderson.
Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Petugas kepolisian bersama unsur terkait kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi korban, sekaligus melakukan serangkaian pemeriksaan awal. Area sekitar lokasi juga sempat diamankan guna memudahkan proses identifikasi dan pengumpulan keterangan dari para saksi.
“Petugas langsung menuju lokasi, mengamankan tempat kejadian perkara, serta meminta keterangan sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Badegan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos singlet warna hitam dan sarung biru bermotif garis. Kondisi tersebut memperkuat dugaan awal bahwa korban meninggal dunia akibat faktor kesehatan.
“Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban,” jelas Ipda John Anderson.
Informasi yang dihimpun, petugas juga menyebutkan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung. Dugaan sementara, kondisi kesehatan tersebut menjadi faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia secara mendadak saat berada di lingkungan masjid. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pendataan dan pemeriksaan sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam kejadian tersebut.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban memiliki riwayat sakit jantung dan dugaan sementara meninggal dunia karena sakit,” ungkapnya.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami l mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan apabila memiliki riwayat penyakit yang berisiko,” pungkas Ipda John Anderson. [end/aje]






