Surabaya (beritajatim.com) – Dalam sebuah hubungan, rasa cemburu merupakan hal yang wajar terjadi, bahkan bisa menjadi bumbu yang akan merekatkan hubungan.
Akan tetapi, rasa cemburu ini bisa menjadi tidak sehat jika sudah berlebihan dan memberikan dampak yang negatif.
Cemburu bisa berubah menjadi tuduhan, ketidak percayaan, hingga muncul sifat posesif dan mengekang. Jika kalian mengalami hal ini, bisa jadi kalian terkena sindrom Othello.
Apa itu sindrom Othello?
Sindrom Othello merupakan sebuah gangguan kecemburuan yang tidak wajar dan delusional. Seseorang meyakini bahwa pasangannya sedang berselingkuh meskipun hal itu sebenarnya tidak terjadi, baik pria maupun wanita bisa mengalaminya.
Istilah ini pertama kali muncul pada sebuah jurnal bertajuk “The Othello Syndrome: a study in the psychopathology od sexual jealousy”, yang ditulis oleh psikiater John Todd dan K. Dewhurst pada tahun 1995. Menariknya, kata Othello bukanlah sebuah kata ilmiah, melainkan diambil dari drama karya Shakespeare yang menceritakan seorang pria bernama Othello yang membunuh istrinya lantaran kecurigaan yang tidak terbukti benar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”cara”]
Seseorang yang mengalami sindrom Othello ini akan terus menerus menuduh pasangan melakukan hal yang tidak dilakukan, mengecek ponsel dan seluruh media sosialnya, curiga kepada siapapun lawan jenis yang berinteraksi dengan pasangannya, mengawasi dan membatasi ruang geraknya, hingga melakukan tindakan – tindakan ekstrim lainnya.
Sebisa mungkin pengidap sindrom Othello ini akan mengumpulkan bukti – bukti yang dianggapnya berkaitan meski itu sebenarnya tidaklah rasional.
Kondisi ini tentu saja membuat hubungan menjadi sangat tidak sehat. Kedua belah pihak akan sama – sama merasa lelah, lantaran selalu curiga dan selalu dicurigai. Kesehatan mental keduanya juga akan terkena dampaknya.
Penyebab dari sindrom Othello pun beragam, bisa karena trauma di masa lalu atau karena gangguan obsesif kompulsif (OCD). Sebuah jurnal dari Universitas Airlangga berjudul “Othello Syndrome” oleh Hesty Novitasari dan Marlina S. Mahajudin juga mengungkapkan teori terjadinya sindrom Othello, yakni berkaitan dengan perasaan insecure, ketakutan akan penolakan dan pengkhianatan yang memicu rasa cemas dan sensitif secara berlebihan.
Jika kalian memiliki gangguan ini, salah satu cara yang bisa kalian lakukan untuk mengatasinya adalah dengan berkonsultasi pada ahlinya, lalu berkomunikasi dan bersikap terbuka dengan pasangan agar ia juga mengerti apa yang terjadi pada kalian. Selain itu, kalian juga perlu untuk mencari kesibukan agar pikiran kalian tidak hanya berpusat pada pasangan dan rasa cemburu. (mnd/nap)






