Jakarta (beritajatim.com) – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SIG) terus meningkatkan penggunaan suku cadang (sparepart) dalam negeri. Kali ini, SIG menggandeng UMKM binaan untuk memproduksi alat ukur tekanan (pressure gauge) yang memenuhi standar industri.
Pressure gauge buatan UMKM binaan SIG telah lolos uji coba di pabrik SIG dan siap digunakan untuk substitusi produk impor. Hal ini sejalan dengan target program operational excellence dan peningkatan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, pelibatan UMKM dalam upaya meningkatkan capaian TKDN dilaksanakan melalui program Pembinaan dan Fasilitasi Pemasaran UMKM.
BACA JUGA:
Keuangan Sehat, Pefindo Naikkan Peringkat SIG Jadi idAA+Positif
Inisiatif ini merupakan wujud keberpihakan SIG terhadap kemajuan industri dalam negeri dan diharapkan dapat menggerakkan perekonomian tanah air.
“Proses pembinaan yang dilakukan oleh SIG terhadap UMKM binaan yang memproduksi suku cadang dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu edukasi spesifikasi produk, uji coba sampel produk, dan tes performa langsung di pabrik SIG. Jika hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan standar yang dipakai, SIG akan membeli suku cadang yang telah lolos uji coba tersebut,” kata Vita Mahreyni.
Pressure gauge buatan UMKM bernama PT 3S International ini telah berstandar internasional BS EN 837-1, yang merupakan standar penetapan spesifikasi Bourdon Pressure Gauge. SIG juga mendorong PT 3S International untuk memasarkan produknya tersebut di platform market place yakni PaDi UMKM agar dapat digunakan oleh perusahaan lainnya.
BACA JUGA:
SIG Rilis Layanan Desain Interior di Platform SobatBangun
PT 3S International yang masuk dalam kelompok UMKM binaan SIG, merupakan perusahaan dalam negeri tersertifikasi ISO 9001:2015 yang berfokus pada produk instrumen alat pengukur tekanan dan suhu.
Direktur PT 3S International, Winto mengatakan, produk Perseroan telah diuji dan dikalibrasi untuk memastikan keandalan 100%. Selain itu, produk PT 3S International juga mudah untuk diinstalasi, serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan pengguna.
“Keberhasilan proses uji coba pressure gauge di Pabrik SIG membuktikan produk yang dihasilkan telah layak dan berfungsi dengan baik. Kami berterima kasih kepada SIG yang telah peduli terhadap perusahaan dalam negeri dengan memberikan pembinaan dan kesempatan untuk menjadi rantai pasok Perusahaan,” kata Winto. [beq]






