Blitar (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar menemukan 4 ekor kambing yang belum memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban. Temuan itu diketahui oleh petugas saat melakukan pemeriksaan hewan kurban di 3 lokasi yang berbeda di Kota Blitar.
Selain pasar hewan Dimoro, pengawasan juga dilakukan petugas ke peternak dan pengepul di sejumlah wilayah di Kota Proklamator. Pengawasan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya hewan kurban tak layak sembelih dan daging kurban yang tidak layak konsumsi.
“Kita lihat kakinya pincang atau tidak, kemudian untuk pengecekan gigi kita lihat apakah sudah powel atau belum. Inj menjadi pertanda usia hewan kurban,” kata Nararya Wijaya, Dokter Hewan DKPP Kota Blitar, Senin (26/06/23).
Ke 4 kambing tersebut dinyatakan belum layak untuk dijadikan hewan kurban lantaran belum poel, atau giginya belum tanggal. Sebagai syarat hewan kurban, kambing atau sapi harus poel atau giginya harus tanggal sepasang.
Temuan itu pun, menjadi indikator bahwa kambing tersebut tidak layak untuk hewan kurban. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar pun mengimbau agar tidak dijual untuk dijadikan hewan kurban. “Tadi temuan di masyarakat ada 3 kemudian disini ada 1 yang belum poel,” jelasnya
Selain pemeriksaan usia, petugas juga memeriksa mata serta kondisi fisik kambing. Hasilnya dari 3 tempat yang dilakukan sidak, semua kambing dinyatakan sehat.
Sementara itu salah satu pedagang kambing, Agus Salim mengatakan harga kambing untuk hewan kurban sekarang kisaran Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Tapi, menurutnya, harga kambing pada Hari Iduladha tahun ini masih lebih bagus pada Hari Raya Idul Adha tahun lalu. “Iduladha tahun lalu, harganya sekitar Rp 4 juta. Padahal tahun lalu masih pandemi, tapi harga bagus. Sekarang sudah normal tapi harga tidak seperti dulu,” katanya.
BACA JUGA:
PetirtaanCandi Gedog Blitar Bukti Legenda Joko Pangon Nyata
Tak hanya itu, kata Agus, penjualan hewan kurban tahun ini juga tidak seramai pada Hari Raya Iduladha. Pada tahun lalu, biasanya kurang 20 hari menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan kambing sudah ramai permintaan. “Sekarang, kurang seminggu belum ada tamu. Sebulan ini, saya baru menjual 25 ekor. Idul Adha tahun lalu, dalam sebulan saya bisa menjual 50 ekor kambing,” ujarnya. (owi/kun)






