Mahkamah Konstitusi sudah berusia dua dekade. Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra tengah menyiapkan sebuah buku tentang evaluasi perjalanan lembaga tersebut.
“Seperti yang disampaikan oleh filsuf Albert Camus, menulis bagi seorang penulis itu untuk menjaga keberlanjutan peradaban. Saya di MK meneruskan tradisi ilmiah ini, sehingga MK juga menerbitkan buku,” kata Saldi, sebagaimana dikutip Humas Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis (6/4/2023).
Saldi mencontohkan Plato dan Ibnu Sina yang sudah wafat, pemikiran mereka hingga saat ini masih dikaji. “Mengapa ? Jawabannya karena mereka sudah menuangkan pemikirannya menjadi buku. Buku bak prasasti yang akan selalu dikenang oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Saldi, bagi mahasiswa Fakultas Hukum, kemampuan menulis adalah salah satu dari tiga kemampuan dasar selain kemampuan berbicara dan menyebarkan ide. Dia mendorong makin banyak dosen yang menulis.
Menulis buku membuat posisi Fakultas Hukum yang jauh dari pusat kekuasaan bakal ;didengar’. “Kedua, menulis buku ‘memaksa’ dosen terus meneliti sehingga menghidupkan tradisi akademik di perguruan tinggi,” kata Saldi.
Saldi memuji Fakultas Hukum Unej yang pada akhir bulan lalu meluncurkan sembilan buku karya dosen. “Tahun depan harus lebih banyak buku lagi karya dosen FH Universitas Jember yang akan terbit,” katanya.
Buku-buku yang terbit itu di antaranya Politik Hukum Pidana Dalam Perlindungan Korban Kejahatan Ekonomi di Bidang Perbankan karya Prof. M. Arief Amrullah, Marginalization And Human Rights in SouthEast Asia karya Al Khanif dan kawan-kawan, dan Filsafat Hukum Klasik karangan Prof. Dominicus Rato dan kawan-kawan. [wir]






