Malang (beritajatim.com) – Permasalahan mengenai sampah menjadi isu krusial di berbagai daerah termasuk Malang. Sebab, setiap hari, jumlah sampah semakin bertambah.
Sehingga, gerakan memilah sampah menjadi salah satu solusi untuk mengurai masalah persampahan di kota Malang.
Berangkat dari permasalahan tersebut, iLiterless muncul dengan solusi sistem manajemen sampah yang terintegrasi.. Usaha ini menjadi perhatian warga Malang pada tahun 2021.
“Di tahun itu, kami menjadi satu-satunya yang mengumpulkan kembali. Used Beverage Carton (UBC) atau kemasan karton bekas minum (KBM). Saat ini kami terkoneksi dengan Tetra Pak Indonesia kaitannya dengan pengumpulan produk paska konsumsi,” terang Founder iLiterless, Ence Adinda.
Saat itu, Ence dan timnya fokus untuk memberikan edukasi dan mengakomodir sampah yang berasal dari kafe yang ada di wilayah Malang Raya.
“Saat itu, awareness masyarakat masih kurang terhadap pemilahan sampah. Kami bergerak disitu. Bagaimana cara meyakinkan masyarakat dan usaha yang memiliki sampah plastik untuk mengumpulkan sampahnya dan diolah kembali,” jelas perempuan berkacamata ini.
Ence mengaku, bisnisnya tersebut tak hanya fokus kepada edukasi. Melainkan juga penjemputan sampah, pengelolaan sampah hingga training.
“Kami juga menyediakan kantong sampah kepada mitra kafe sebagai sarana/alat yang membantu mereka untuk menerapkan pilah sampah dari kafe. Sehingga ketika dijemput, sampah yang tetap dalam keadaan terpilah dan rapi untuk disetorkan kepada pabrik pendaur,” imbuh dia.
[berita-terkait number=”3″ tag=”showup”]
Selain itu, Ence yang saat ini sudah memiliki enam orang tim ini juga fokus untuk membentuk ekosistem dengan cara manajemen sampah yang terintegrasi melalui kegiatan edukasi (awareness raising), penjemputan sampah (collecting), dan daur ulang (recycling).
“Tujuannya untuk meningkatkan awareness bagi masyarakat untuk memilah sampahnya,” lanjut dia.
Selain itu, mereka juga fokus untuk mendapatkan investor agar bisa mengelola sampah lebih banyak lagi.
“Kami juga membuat produk daur ulang. Seperti ashtray/ asbak, coaster/ tatakan gelas, stool, dan lain lain dengan mengolah limbah plastik HDPE,” kata lulusan Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Sejauh ini, imbuh Ence, iLiterless sudah dipercaya beberapa pemilik brand (brand owners) untuk melakukan edukasi sampah dan melakukan pengolahan sampah. Seperti PT Otsuka, Indolakto dan Tetra Pak Indonesia.
“Kami dipercaya untuk meningkatkan kesadaran (awareness) melalui kegiatan edukasi dan kampanye, sehingga akan lebih banyak produk pasca konsumsi yang terpilah dan bisa disalurkan ke industri pendaur,” kata dia.
Ke depan, ia berharap, bisnis yang dikelolanya bisa semakin berkembang pesat.
“Harapan kami, di tahun 2024 nanti, ada sekitar 30 mitra kafe yang terjaring,” tandas dia.
================
Konten Kerjasama beritajatim.com dengan Ngalup Collaborative Network
Ngalup Coworking Space yang saat ini bertransformasi menjadi Ngalup Collaborative Network, adalah wadah bagi para talent, stakeholders, dan berbagai lini bisnis untuk kolaborasi dan berjejaring. Kami menyadari kebutuhan akan perubahan dan tantangan zaman yang semakin berkembang, menjadikan Ngalup tidak hanya sebagai tempat melainkan fasilitator.






