Surabaya (beritajatim.com) – Bagi kalian yang sering berbagi sandi atau sharing password untuk menonton di Netflix sebaiknya segera menghentikan aksi tersebut. Pasalnya, di awal tahun 2023 mendatang Netflix siap untuk menindak tegas pelaku dan menghapus kebiasaan yang merugikan itu.
Kabar mengenai hal ini sebenarnya sudah beredar sejak lama, namun rupanya selama ini Netflix tengah melakukan uji coba untuk mencari metode yang tepat dalam mengatasi masalah tersebut.
Perilaku berbagi kata sandi ini memang mempengaruhi keuntungan Netflix. Dilansir dari MacRumors, dari 222 juta orang yang berlangganan Netflix terdapat 100 juta orang lain yang menikmati Netflix secara cuma-cuma. Sehingga tak heran jika Netflix mengalami kerugian yang cukup besar.
Tahun ini pendapatan mereka menurun, disertai hilangnya pelanggan pertama Netflix dalam 10 tahun. Hingga akhirnya CEO Netflix, Reed Hastings pun memutuskan bahwa ini waktu yang tepat untuk menindak lanjuti permasalahan yang mengakar.
Mengawali tahun yang baru, Netflix berencana untuk meminta pengguna berbagai password agar melakukan pembayaran. Sebelumnya mereka telah melakukan uji coba pembayaran tambahan di beberapa negara Amerika Latin, yakni 3 Dolar AS atau sekitar Rp 46 ribu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”film”]
Pemilik akun utama Netflix harus memberikan kode verifikasi kepada siapapun yang ingin mengakses akun tersebut. Lalu, Netflix akan meminta kode tersebut secara berulang kali, hiaya biaya bulanan akan dibayarkan untuk berbagi password kepada mereka yang bukan pemilik akun asli.
Taktik serupa dapat digunakan di Amerika Serikat, dengan Netflix mungkin membebankan biaya tepat di bawah biaya paket yang sebesar 6,99 Dolar AS atau sekitar Rp 99 ribu. Didukung pula oleh konten iklan untuk mereka yang bukan pemilik akun asli.
Pertimbangan mengenai aturan baru ini tentunya sudah dipikirkan secara matang oleh Netflix. Penerapan biaya tambahan membuat pengguna tidak ingin membagikan kata sandi akun Netflix-nya pada orang lain, dan mereka yang bukan pemilik akun bisa melakukan pendaftaran dan langganan sendiri.
Akan tetapi Netflix tetap tidak ingin mengurangi kepuasan pelanggan, sehingga mereka memilih untuk menghentikan aksi ini secara perlahan – lahan daripada menghentikannya sekaligus. (mnd/nap)






