Jombang (beritajatim.com) – Ketua Umum Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) KH Said Aqil Siroj didampingi Sekjen Helmy Faishal Zaini berziarah ke makam pendiri NU yang ada di Jombang, Jawa Timur. Kunjungan itu dalam rangka menyambut Muktamar NU yang dilaksanakan pada pada 23-25 Desember 2021 di Lampung.
Tiga lokasi yang dikunjungi Kiai Said adalah makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari di pesantren Tebuireng, kemudian makam KH Abdul Wahab Chasbullah di PPBU (Pondok Pesantren Bahrul Ulum) Tambakberas, serta makam KH Bisri Syansuri di Pondok Pesantren Mambaul Maarif (PPMM) Denanyar, Jombang.
[berita-terkait number=”5″ tag=”muktamar-nu”]
Di Tebuireng, selain makam Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari, Kiai Said juga menziarahi makam KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, dan KH Salahuddin Wahid alias Gus Solah.
Disinggung soal persiapan Muktamar NU ke-34, Ketua Umum PBNU ini mengatakan bahwa panitia sudah siap. Namun demikian, PBNU masih menunggu izin dari Satgas Covid-19 seperti modelnya. Jika Satgas Covid mengizinkan, digelar secara luring, namun sebaliknya, jika tidak dizikan makan digelar secara hybrid atau virtual.
Disinggung soal ziarah kubur ke makam pendiri NU, Kiai Said menjelaskan, ziarah kubur merupakan prinsip dirinya. Ketika dirinya masuk ke suatu daerah selalu menyempatkan diri ziarah ke makam auliya. “Apalagi ke Jombang ini ada makam pendiri NU, yakni di pesantren Tebuireng, Tambakberas, dan Denanyar,” ujarnya.
Apakah Kiai Said siap maju lagi dalam bursa Ketua Umum PBNU? “Soal Muktamar NU kalau diminta saya siap maju, kalau nggak ya enggak, kita lihat saja nanti,” ujarnya. [suf]






