Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang akhir November, cuaca di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo diprediksi masih stabil dengan dominasi kondisi berawan.
Prakiraan ini disampaikan oleh Oky Sukma Hakim, S.Tr., prakirawan BMKG Juanda, yang merinci perubahan cuaca di tiga daerah tersebut sepanjang Selasa, 25 November 2025.
“Secara umum, cuacanya tenang, tetapi ada potensi hujan ringan pada waktu tertentu, terutama di daerah dataran tinggi,” ujarnya.
Di Ngawi, cuaca diperkirakan cenderung konsisten sejak pagi hingga malam. Langit berawan diproyeksikan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB tanpa perubahan signifikan.
Suhu udara berada pada kisaran 22–30 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari Barat berkecepatan 18,5 km/jam.
Menurut Oky, Ngawi tidak menunjukkan tanda-tanda hujan signifikan, hanya tutupan awan yang cukup tebal sepanjang hari. Tingkat kelembapan berada antara 65–91 persen, menjaga kondisi udara tetap lembab.
Sementara itu, Magetan memperlihatkan dinamika cuaca yang sedikit berbeda. Wilayah ini diprediksi berawan sejak pagi hari, namun pada pukul 13.00 WIB diperkirakan terjadi hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 22–28 derajat Celcius, dengan angin yang bergerak dari Selatan berkecepatan 18,5 km/jam.
“Hujan di Magetan sifatnya lokal dan tidak berlangsung lama,” kata Oky menegaskan.
Kelembapan di wilayah ini berada pada rentang 69–85 persen, menunjukkan udara yang tetap terasa dingin dan lembab.
Di Ponorogo, pola cuaca berubah lebih cepat. Pagi hari pukul 06.00 WIB, kondisi diprediksi cerah berawan, lalu berganti menjadi cerah sepenuhnya sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, cuaca cerah tersebut hanya berlangsung sampai siang.
Mulai pukul 13.00 WIB, langit kembali berawan hingga malam hari sekitar 22.00 WIB. Suhu di Ponorogo berkisar antara 22–31 derajat Celcius, dengan angin dari Timur berkecepatan 18,5 km/jam.Kelembapan udaranya cukup bervariasi, yakni 60–90 persen.
Dengan kondisi yang cenderung berawan dan potensi hujan di sejumlah titik, masyarakat di ketiga daerah tersebut diimbau tetap waspada.
“Kami menyarankan warga membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan, terutama saat beraktivitas di luar rumah,” tutup Oky. (mnd/ted)






