Surabaya (beritajatim.com) – Shang-Chi and The Legend Of Ten Rings ramai diperbincangkan penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU). Di Amerika film Shang Chi telah tayang pada 3 September 2021 lalu, sementara di Indonesia baru akan tayang 30 September mendatang. Sejak pertama diputar Box Office, Film itu telah berhasil meraup total US$ 257,6 juta atau setara Rp 3,6 triliun. Cukup fantastis bila dibandingkan dengan film MCU lainnya.
Berbeda dengan film Marvel lain yang lebih menawarkan aksi, fantasi, dan kekuatan super. Film Shang Chi justru lebih sarat akan pencarian identitas budaya dan hubungan keluarga yang berhubungan dengan keselamatan dunia.
Film Shang-Chi And The Legend Of The Ten Rings merupakan film Marvel yang ke-25, yang disutradarai oleh Destin Daniel Cretton, sekaligus secara khusus memperkenalkan Shang-Chi sebagai superhero Asia pertama mereka.
Pemeran utama Sang-Chi juga berasal dari Asia yaitu Simu Liu. Sebagaimana dilansir dari bbc news uk pemeran Shang-Chi mengakui jika sangat terhormat bisa dapat memerankan tokoh Sang Chi.
Karena lebih menggambarkan budaya timur, film ini sebagian besar pemainnya didominasi wajah Asia. Ayah Shang-Chi, yang digambarkan begitu terobsesi dengan kekuatan Ten Rings (sepuluh gelang), diperankan oleh aktor legendaris Hong Kong, Tony Leung.
Ying Li, berperan sebagai ibu Shang-Chi, dan Michelle Yeoh yang memerankan bibi Shang-Chi.
Sang tokoh utama bukan jenis superhero yang mendapat kekuatan dahsyat dari bahan kimia tertentu. Ini membuat audiens lebih gampang menghubungkan latar belakang identitas budaya mereka dengan Shang-Chi.
Dari sisi cerita film ini mengangkat kehidupan Shang-Chi selalu sama, yang merupakan seorang seniman bela diri yang spektakuler, dengan dibayangi kehidupan masa lalunya yang selalu tersiksa oleh masalah sang. Sangat berbeda dengan kebanyakan film MCU lain yang biasanya kekuatan super berasal dari bahan kimia, atau teknologi. Sang Chi justru mendapatkan sumber kekuasaan dari sebuah cerita mitos tentang naga.
Saat itu, Englehart dan Starlin diperintahkan untuk membuat karakter mereka berketurunan kuli Putih. Englehart terbiasa dengan rasisme dari pembaca buku komik, jadi untuk mendapatkan persetujuan, mereka membuat ibu Shang-Chi seorang wanita Amerika kulit putih. (dan/tur)






