Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang perempuan yang berprofesi sebagai pelayan warung kopi (warkop) ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. Korban ditemukan setengah telanjang di kamar sebuah warkop yang terletak di Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Diketahui, korban atas mana Ponirah Irawati (57) warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turun, Kabupaten Malang. Korban diketahui tak bernyawa sekitar pukul 13.30 WIB dalam keadaan hidung mengeluarkan busa. Saat ditemukan, korban setengah telanjang dan hanya mengenakan pakaian warna hitam di bagian atas.
Saksi kemudian memberitahu warga lain yang kemudian meneruskan ke perangkat desa hingga pihak Polsek Trowulan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh bidan desa, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Anggota Polsek Trowulan yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Jasad korban telah dievakusi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan autopsi. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sepeda Honda Supra nopol S 5703 NB milik korban. Pihak kepolisian langsung memberikan garis polisi di lokasi kejadian.
Saksi mata, Dwi mengatakan, korban ditemukan tidak bernyawa di tempatnya bekerja sebagai pelayan warkopo setelah melayani pembeli. “Tidak tahu, setahu saya tadi ada pelanggan ngopi terus keluar, tidak tahunya ibunya (korban) langsung gitu (meninggal). Jam setengah dua,” ungkapnya, Senin (26/6/2023).
Masih kata Dwi, warga kemudian memanggil bidan desa dan setelah dicek korban sudah tidak bernyawa. Korban merupakan pendatang dan menjadi pelayan di warkop di Desa Kejagan sudah 30 tahun. Setiap hari korban bekerja di warkop tersebut dan pulang ke rumah kontrakan di Desa Watesumpak.
BACA JUGA:
Kronologi Temuan Mayat Perempuan di Kebun Jagung Ngawi Diduga Korban Pembunuhan
Sementara itu, Kapolsek Trowulan, Kompol Imam Mahmudi mengatakan, korban ditemukan warga sudah tidak bernyawa diduga korban memiliki riwayat penyakit jantung. “Tidak ada tanda-tanda kekerasaan di tubuh korban. Iya (mengeluarkan busa), bisa juga dia (korban) konsumsi obat,” katanya.
Masih kata Kapolsek, korban berprofesi sebagai penjual kopi dan mengontrak rumah di Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Untuk mengetahui penyebab busa yang keluar dari hidung, lanjut Kapolsek, jenazah korban dilakukan pemeriksaan di rumah sakit.
“Bisa juga (busa) karena penyakit jantung dan mengomsumsi obat. Punya riwayat sakit apa kurang tahu sehingga mungkin efeknya seperti itu. Wiraswasta. Aslinya Malang, kontraknya di Watesumpak. Ke sini (warung) main saja karena sudah dianggap keluarga sama yang punya warung,” tuturnya. [tin/but]
![Setengah Telanjang, Pelayan Warkop Mojokerto Meninggal, Hidungnya Berbusa Sejumlan relawan mengevakuasi jenazah korban untuk dibawa ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. [Foto ; ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230626_19353783_WtfBNefP9L-1024x576.jpeg)





