Probolinggo (beritajatim.com) – Setelah siswa dan gurunya terkonfirmasi Covid-19, Tujuh sekolah di Kota Probolinggo, terpaksa dilakukan lockdown, Senin (14/2/2022).
Tujuh sekolah itu yakni, SMP Negeri 5, SMP Negeri 10, SMP Negeri 1, SMPK Materdei Probolinggo, SDN Jrebeng Wetan, MI Muhammadiyah dan SDK Materdei Probolinggo.
Lockdown tersebut diberlakukan sampai siswanya dinyatakan negatif. Sementara untuk sekolah lainnya masih tetap dilakukan Pertemuan Tatap Muka (PTM) 50 persen.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Moh. Maskur mengatakan, pihaknya masih akan melockdown sekolah-sekolah yang siswanya terpapar Covid-19. “Lockdown diberlakukan sampai semua siswa dan guru negatif,” ujarnya.
Ia mengatakan, beberapa siswa yabg terpapar Covid-19 merupakan cluster keluarga. “Yang di MI Muhamadyah adalah cluster keluarga, dari orang tuanya menular ke anak, dan anak membawa virus itu ke sekolah,” terangnya.
Maskur mengatakan, penyebaran virus itu tidak hanya berasal dari cluster keluarga saja, melainkan juga berasal dari tempat keramaian di luaran. ”Kami telah gencar lakukan vaksinasi Covid-19 kepada siswa sekolah hingga tahap akhir nanti agar pertahanan tubuh mereka kebal,” pungkasnya. (tr/kun)






