Pasuruan (beritajatim.com) – Seorang anak buah kapal (ABK) dilaporkan telah menghilang terjebur di dalam laut setelah menjaring ikan. Kejadian ini terjadi pada Rabu (31/1/2024) sekitar pukul 09.00 WIB yang terjadi di sekitar perairan Kapasan, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.
Menurut Kasat Polairud Polres Pasuruan Kota, AKP Erni Sugihastuti korban bernama Roi (18). Saat itu, korban sedang menaiki Kapal Nelayan Sumber Laut yang di nahkodai oleh Salimin (50) warga Kecamatan Bangil.
“Kami telah mendapatkan laporan awal telah terjadi kecelakaan laut nelayan yang dimana ABK terjebur di dalam laut. Korban bernama Doi terjatuh di titik koordinat 7°39’22” S – 112°3’27″E,” kata Erni, Rabu (31/1/2024).
Menurut keterangan nahkoda kapal, mulanya kapal yang ditumpangi korban dan beberapa orang lainnya mulai berangkat pukul 06.30 WIB. Kemudian pada sekitar pukul 09.00 WIB, korban bersama ABK lainnya sedang menarik jaring.
Setelah melaksanakan tugas, korban kemudian minum dan duduk di sebelah kiri kemudi atau telep kapal untuk istirahat. Tak lama kemudian kapal kembali bergerak dan mencari lokasi untuk oenangkapan ikan selanjutnya.
Namun, sekitar 10 menit kemudian, salah satu ABK melihat korban terjatuh kelaut dengan posisi tengkurap mengapung diatas air. Mengetahui hal ini, nahkoda kapal kemudian langsung memutar haluan untuk menolong korban.
Sesampainya di lokasi, korban sudah tenggelam, mengetahui hal ini nahkoda kapal berusaha menyelamatkan dengan melempar jaring sebanyak tiga kali. Namun korban masih belum ditemukan sehingga nahkoda kapal meminta tolong dengan nahkoda lain untuk melaporkan kejadian ini ke Satpol Airud Polres Pasuruan Kota.
“Setelah mendapatkan laporan kami langsung pergi ke titik koordinat diberikan. penyusuran telah kami lakukan dengan dibantu TNI AL, BPBD Kota dan Kabupaten Pasuruan, para relawan, dan juga warga pesisir,” tambahnya.
Penyisiran terus dilakukan, namun didapati kendala cuaca yang mengharuskan pencarian korban dihentikan dan dilanjut keesokan harinya. Meski begitu Erni menitipkan pesan kepada para nelayan maupun warga pesisir jika melihat korban segera melaporkan kepada pihak berwajib.
“Korban terakhir menggunakan kaos warna merah dan celana hitam. Rambutnya hitam bergelombang, dan tingginya sekitar 155 centumeter,” pesan Erni. (ada/ian)






