Mojokerto (beritajatim.com) – Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia (Sesmenkop dan UKM RI) mengunjungi Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI), milik Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. KPRI ini dinilai sehat dan memiliki aset sebesar Rp 6 miliar.
“Sangat luar biasa, karena KPRI RSUD Kota Mojokerto ini sudah bisa melayani pinjaman hingga Rp40 juta untuk berbagai keperluan anggotanya. Itu salah satu indikator bahwa koperasi ini sehat dan bisa berikan manfaat bagi para anggotanya,” ungkap Sesmenkop dan UKM RI, Arif Rahman Hakim, Kamis (4/8/2022).
Masih kata Arif, saat ini Kementerian Koperasi RI memiliki sejumlah program yang bisa diakses oleh seluruh koperasi se-Indonesia. Diantaranya program koperasi modern dan program digitalisasi koperasi. Untuk program koperasi modern, lanjut Arif, pihaknya ingin menjadikan seluruh koperasi menerapkan prinsip-prinsip manajemen modern.
“Baik itu dari sisi SDM penerapan pengurus yang menggunakan prinsip manajemen yang benar supaya koperasinya bisa tumbuh dan berkembang. Sementara terkait program digitalisasi, Kemenkop memiliki lembaga pengelola dana bergulir untuk memperkuat pembiayaan bagi pelaku koperasi agar memiliki akses yang baik kepada seluruh sumber permodalan,” ujarnya.
“Kalau butuh suntikan modal untuk tumbuh kembang koperasi silahkan ajukan ke kami. Akan kita bantu dengan bunga yang cukup ringan. Sebagai organisasi bisnis, Kemenkop menginginkan agar soko guru perekonomian Indonesia ini bisa tumbuh dan semakin inovatif. Pengurusnya harus semangat, harus terus berinovasi supaya memiliki produk yang memang dibutuhkan oleh pelanggannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, selama ini keberadaan koperasi di Kota Mojokerto ikut berkontribusi dalam program pemulihan ekonomi Kota Mojokerto. “Prinsip-prinsip koperasi yang memegang erat kegotong-royongan ini terbukti ampuh melawan resesi akibat pandemi,” ujarnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-mojokerto”]
Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perinduatrian dan Perdagangan (DiskopUKMperindag) selama ini telah melakukan perubahan revolusioner terhadap metode pembinaan dan pengawasan koperasi. Sehingga koperasi dapat berdiri sejajar dengan badan hukum lainnya dalam memberikan kontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian Indonesia.
“Khususnya di Kota Mojokerto. Tahun ini, Kota Mojokerto merubah metode pembinaan dan pengawasan koperasi melalui Coaching Clinics. Juknisnya sudah disusun menjadi Perwali Pembinaan dan Pengawasan, dengan dibantu aplikasi Klinik KOROENA (Koperasi Roda Ekonomi Indonesia),” jelasnya.
Sebagai informasi, koperasi milik RSUD Kota Mojokerto ini menjadi koperasi pegawai yang paling sehat dan memiliki aset hingga Rp6 milyar. Selain melayani usaha simpan pinjam untuk para anggotanya, koperasi yang berdiri sejak tahun 1998 ini juga memiliki usaha ritel ‘Senyum Mart’ yang berdiri di dalam kompleks RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo. [tin/suf]






