Surabaya (beritajatim.com) – Lumpuhnya server Pusat Data Nasional atau PDN tidak hanya memicu permasalahan serius dibidang pelayanan keimigrasian serta penerbitan paspor saja.
Namun penyelenggara biro travel umroh dan haji juga merasa khawatir lantaran server pdn sudah eror sejak enam hari terakhir.
Hal ini diungkapkan oleh Muhibbin Billah, CEO Chatour travel umroh dan haji yang berlokasi di wilayah barat kota Surabaya Jawa Timur, menurutnya, keberangkatan jemaah umroh semula dijadwalkan pada 22 Juli 2024. Namun untuk persiapannya sudah dimulai sejak 8 juli mendatang.
Chatour travel umroh dan haji sedikitnya membawahi 200 cabang di Jawa Timur dan menjadwalkan sedikitnya 220 jemaah yang akan melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci. Namun 50 jemaah diantaranya belum memiliki paspor sehingga dikhawatirkan apabila server pdn belum membaik hingga 8 juli mendatang mereka dipastikan terancam gagal berangkat umroh dan harus dilakukan penjadwalan ulang keberangkatan.
Sementara itu Muhammad Fajaruddin Amiq salah satu calon jemaah umroh asal surabaya mengaku baru pertama kali ini melakukan ibadah umroh ke tanah suci.
“Sempat mendapat informasi bahwa ada keterlambatan untuk penerbitan paspor sehingga apabila nantinya terpaksa untuk dilakukan penjadwalan ulang keberangkatan, dirinya tetap mengikuti secara prosedur aturan yang diberikan oleh pihak penyelenggara travel umroh dan haji tersebut,” kata Fajaruddin
Penyelenggara travel umroh dan haji berharap pihak imigrasi memberikan informasi secara resmi terkait adanya keterlambatan penerbitan paspor.
Sehingga hal tersebut akan dijadikan dasar untuk memberitahu para jamaah apabila nantinya akan dilakukan penjadwalan ulang keberangkatan umroh ke tanah suci dampak dari kelumpuhan server PDN yang sudah terjadi selama 7 hari terakhir. (ted)






