Sumenep (beritajatim.com) – Pulau Giliyang yang berada di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu alternatif tempat berlibur yang cukup seru. Berwisata ke Pulau Giliyang ini tidak sekedar merefresh pikiran, tapi juga dapat bonus menyehatkan.
Bagaimana tidak? Pulau Giliyang ini punya kadar oksigen terbaik kedua di dunia setelah Yordania. Wow.. menakjubkan. Tidak heran kalau di Pulau Giliyang ini, banyak penghuninya yang berumur panjang dan kondisinya sehat.
Penduduk Pulau Giliyang cukup banyak yang berumur di atas 100 tahun. Mereka masih terlihat segar bugar di usia lebih dari se-abad itu. Penyebabnya salah satunya karena kemurnian oksigen yang ada di Pulau Giliyang. Karena itu, Pulau Giliyang ini pun di-branding sebagai wisata kesehatan.
BACA JUGA:
Khofifah: Ayo Wisata Kesehatan ke Pulau Giliyang Sumenep, Kadar Oksigen Terbaik Kedua di Dunia
Tingginya kandungan oksigen di Pulau Giliyang itu diketahui saat Tim LAPAN melakukan penenilitan, ternyata diketahui bahwa kandungan oksigen di Pulau ini di atas normal, yaitu dengan konsentrasi oksigen sebesar 20,9% dengan LEL (Level Explosif Limit) 0,5%.
Untuk sampai ke Pulau Giliyang, pengunjung harus naik perahu rakyat dari Pelabuhan Dungkek. Perlu waktu sekitar 50 menit perjalanan laut untuk menyeberang dari Dungkek ke Pulau Giliyang. Dari pusat Kota Sumenep, Pelabuhan Dungkek berjarak kurang lebih 30 kilometer ke arah timur.
Bagi pengunjung yang membawa mobil, maka mobil bisa dititipkan di rumah warga di sekitar Pelabuhan. Sedangkan bagi yang mengendarai sepeda motor kalau ingin membawa sepeda motornya naik perahu juga dipersilahkan. Tetapi kalau ingin berwisata tanpa ribet membawa sepeda motor, maka sepeda motor bisa dititipkan di sekitar Pelabuhan Dungkek.

Apabila pengunjung naik perahu reguler, per orang dikenai biaya Rp 15.000 – 20.000. Tetapi apabila membawa sepeda motor, maka akan dikenakan tarif Rp 50.000 untuk satu orang dengan satu sepeda motor.
Meski harus berlelah-lelah menempuh perjalanan laut yang cukup panjang, tapi tidak perlu khawatir, semuanya akan terbayar lunas ketika sampai di Pulau Giliyang. Begitu menginjakkan kaki ke Pulau Giliyang, pengunjung akan disambut ramah warga setempat. Bagi yang tidak membawa sepeda motor sendiri, warga setempat sudah menyiapkan sepeda motor roda tiga untuk membawa pengunjung berkeliling Pulau Giliyang.
“Saya kemarin gak bawa sepeda motor. Sampai di Giliyang sudah ada sepeda motor ‘Viar’ yang siap mengantarkan keliling Pulau. Tapi biasanya yang dituju pertama itu lokasi Titik Oksigen,” kata salah satu pengunjung Pulau Giliyang, Ali, Minggu (09/07/2023).
BACA JUGA:
Dermaga Dungkek dan Giliyang Buka Akses Ekonomi Sumenep
Tempat yang disebut sebagai titik oksigen itu adalah sebuah lokasi yang merupakan titik oksigen tertinggi di Pulau Giliyang sesuai penelitian LAPAN. Di sekitar titik oksigen itu ada cukup banyak gazebo-gazebo yang disediakan bagi para pengunjung. Jadi disini para wisatawan dipersilahkan untuk duduk-duduk santai sambil menikmati kesegaran oksigen murni.
“Enak memang udaranya di sekitar titik oksigen itu. Seger di badan. Sambil santai duduk-duduk, terasa adem. Pohon-pohon di sekitar titik oksigen ini benar-benar hijau. Mungkin efek tingginya kadar oksigen disini,” ujar Ali.
Berwisata di Pulau Giliyang tidak hanya bisa menikmati kemurnian oksigen, tetapi juga bisa menikmati objek wisata lain seperti pantai dan gua yang kondisinya masih sangat alami.

Sebut saja Pantai ‘Ropet’. Di pantai ini, bagi penikmat ‘sunrise’, sangat tepat apabila ingin menikmati kecantikan mentari ketika akan terbit. Situasai pantai yang masih natural, menambah segarnya suasana pagi di Pantai ‘Ropet’.
Selain pantai, Pulau Giliyang juga menyuguhkan wisata ‘perut bumi’ yang luar biasa cantiknya. Salah satunya Gua ‘Mahakarya’. Gua yang punya 7 pintu ini menyuguhkan stalaktit dan stalagmit ibarat kristal kaca yang mewah dan cantik.
“Benar-benar bagus Gua Mahakarya ini. Luar biasa. Begitu masuk, terlihat keindahan dan keaslian stalagtit dan stalagmitnya. Ada yang masih meneteskan air. Masih sangat-sangat alami,” ucap Ali.
Pesona Pulau Giliyang itu juga diakui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Sudah tak terhitung berapa kali Gubernur wanita ini mengunjungi Pulau Giliyang. Namun tidak pernah membuatnya bosan untuk kembali lagi berkunjung.
BACA JUGA:
Gubernur: Boleh Ada Sepeda Motor di Pulau Giliyang, Tapi Motor Listrik
“Pulau Giliyang ini anugerah Allah untuk Sumenep, untuk Madura, untuk Jawa Timur, bahkan untuk Bumi Indonesia. Potensi yang dimiliki Pulau Giliyang ini luar biasa. Oksigennya terbaik kedua di dunia. Guanya banyak dan bagus-bagus. Pantainya juga indah,” ujar Khofifah tanpa bisa menyembunyikan kekagumannya.
Ia berharap agar kemurnian oksigen di Pulau Giliyang dijaga baik-baik oleh warga lokal. Salah satunya dengan mencegah polusi yang ditimbulkan kendaraan bermotor. “Boleh ada sepeda motor disini. Tapi sebaiknya sepeda listrik, sehingga bebas polusi,” ucapnya.
Kunjungan wisatawan ke Pulau Giliyang mengalami peningkatan setiap tahun. Berdasarkan data di Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, sepanjang 2022, tercatat sebanyak 2.460 wisatawan yang berkunjung ke Pulau Giliyang. Sedangkan pada 2023, selama Januari – Mei, tercatat sebanyak 2.131 wisatawan ke Pulau Giliyang, terdiri dari 2.123 wisatawan nusantara dan 8 wisatawan mancanegara. [tem/suf]






