Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang pelajar ditemukan meninggal dalam kondisi gantung diri di rumahnya, di Desa Kesemen RT 01 RW 03, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Sebelum ditemukan gantung diri, korban jarang bergaul dengan temannya dan sering menyendiri.
Korban diketahui berinisial DFR (18). Korban diketahui sudah dalam kondisi gantung diri pada, Minggu (30/10/2022) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, sang ibu Umi Rokhani (41) pulang dari pengajian rutin. Saksi melihat anak si mata wayangnya sudah tergantung di atap dapur.
Dengan menggunakan tali tambang warna biru, pelajar kelas XII SMA meregang nyawa dengan gantung diri. Saksi kemudian berteriak meminta tolong dan dibantu keluarga dan tetangga berupaya melepas jeratan di leher korban menggunakan pisau dapur. Namun nahas, nyawa korban sudah tidak tertolong.
Anggota Reskrim Polsek Ngoro bersama Petugas Identifikasi Sat Reskrim Polres Mojokerto melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan. Saat dilakukan pemeriksaan oleh bidan desa, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gantung-diri”]
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu utas tali tambang warna biru, satu buah kaos oblong warna hitam dan satu buah celana pendek warna hitam.
“Saksi (ibu korban) yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi tergantung. Saat itu juga saksi berupaya mengangkat korban yang sudah gantung diri sembari berteriak meminta tolong. Setelah korban diturunkan, kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Syaiful Hadi.
Korban dinyatakan tewas akibat gantung diri. Pihak keluarga juga tidak bersedia jika korban divisum dan otopsi sehingga pihak keluarga membuat surat pernyataan dan jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan ke pemakaman umum desa setempat.
“Berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, beberapa pekan terakhir korban cenderung diam dan menyendiri. Diduga akibat depresi itu korban nekat mengakhiri hidupnya, bukan karena permintaannya tidak dituruti ataupun soal asmara. Motifnya masih kami dalami,” jelasnya. [tin/kun]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.






