Surabaya (beritajatim.com) – Tiga tahun lalu, ada unggahan tentang betapa berbakatnya Ousmane Dembélé. Dalam unggahan itu, ada data mengenai efektivitas kedua kaki Dembélé. Jika kaki kirinya bisa mencetak puluhan gol dan assist, kaki kanannya pun sama baiknya.
Pada saat itu, penggemar sepakbola mungkin punya ekspektasi yang sama pada sosok Dembélé. Apalagi ketika Barcelona berani membeli Dembele dengan mahar 145 juta Euro padahal umurnya masih 20 tahun.
Namun nahas, karir yang baru melejit itu mesti dibarengi satu momok menakutkan yaitu kerentanan cedera. Sejauh ini, Dembélé sudah absen di 99 laga untuk menepi karena cedera. Bagi Dembélé, kakinya yang rapuh itu tentu bukan hal baik.
Selain membuang banyak menit bermain dan pengalaman yang mestinya didapat. Rentan cedera juga bisa berefek buruk pada psikologisnya.
Pihak klub Barcelona tentu tidak senang akan hal ini. Terutama kalau berbica soal status Dembélé sebagai pemain, atau tenaga kerja yang aktif dan dapat gaji. Perlu di ingat jika gaji Dembélé itu sekitar 210.000 Euro 3,4 miliar Rupiah tiap minggunya.
Untuk mengakali situasi ini, Barça menyodorkan cara paling dianggap masuk akal yaitu dengan menerapkan metode kontrak langka bermam alemany formula. Secara lebih jelas, Dembélé baru akan digaji normal ketika berhasil mencapai target atau jumlah pertandingan tertentu.
Namun, bila dia kembali cedera, maka Barça tidak akan bayar gaji secara penuh, tapi dalam nominal yang lebih sedikit. Jika Dembélé mampu bermain di banyak laga atau mampu mencetak banyak gol dan assist, Barça juga bisa memberi bonus.
Alemany formula sendiri merupakan metode yang dikenalkan Mateu Alemany Font, pria berusia 58 tahun yang kini menjadi CEO Barça. Sebelum mengajukan metode kontrak ini bagi Dembélé, dia sudah pernah mengimplementasikan metodenya ketika masih menjadi jajaran direksi Mallorca dan Valencia.
Alemany memang cukup berpengaruh di industri sepak bola Spanyol. Berbekal pengalaman puluhan tahun terjun di dunia olahraga ini, Mateu Alemany sudah kaya akan pengalaman dan paham seluk-beluk menangani klub sepak bola. Meski ia baru ditunjuk jadi CEO Barça sejak Maret 2021 lalu, Alemany telah memberi banyak dampak, termasuk meyakinkan Xavi guna melatih Barcelona. [dan/esd]






