Yogyakarta (beritajatim.com) -Serial Tira yang dibintangi aktris Chelsea Islan mendapat sambutan meriah dari publik saat memutar dua episode perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2023. Bagaimana tidak serial yang menceritakanb mengenai stuntwomen bernama Suci ini memiliki hidup yang penuh dengan problematika.
Sekadar informasi, Tira merupakan series superhero lokal keempat dari Jagat Sinema Bumilangit, setelah Gundala, Sri Asih, dan Virgo.
Serial ini terdiri dari 8 episode dengan durasi 45 menit di tiap episodenya yang akan merangkum seluruh cerita tentang sang pemeran utama bernama Suci alias Tira.
Suci alias Tira yang diperankan Chelsea Islan adalah seorang mahasiswi yang bermimpi untuk menjadi stuntwoman terkenal.
Akan tetapi, Suci memiliki acrophobia atau yang biasa dikenal phobia terhadap tempat-tempat tinggi. Mengingat menjadi seorang stuntwoman adalah pekerjaan cukup berat dengan melibatkan tempat tempat tinggi, Suci harus berjuang melawan rasa takutnya.
BACA JUGA:Mahasiswa ITS Gagas Panel Surya Piezoelektrik
Waktu berlalu dengan sangat cepat dan Suci menikmati setiap proses untuk melatih dirinya melawan rasa takut untuk menjadi seorang stuntwoman.
Sampai pada suatu hari, Suci terlibat dalam suatu konspirasi kuno yang mengancam nyawanya setelah menyelamatkan sembilan anak kecil dari sebuah ritual misterius.
Peristiwa itu mengubah segalanya bagi Suci yang kini mengalami dilematis harus antara menyeimbangkan karirnya yang mulai menanjak, mempertahankan nilai dan beasiswa, sambil berupaya menyelamatkan nyawanya.
Selain Chelsea Islan, series superhero lokal Tira juga dibintangi Bhisma Mulia, Karina Suwandi, Jeremie J. Tobing, Agnes Naomi, Asri Welas, Egi Fedly, dan Marcell Siahaan.
Serial ini merupakan adaptasi dari cerita yang ditulis oleh Aline Djayasukmana bersama Ian Adiwibowo, Pratiwi Juliani, dan Mian Tiara.
Produser Joko Anwar Gandeng Sutradara Malaysia
Produser Jagat Sinema Bumilangit Joko Anwar membeberkan alasannya menggandeng sutradara asal Malaysia, Zahir Omar, untuk penggarapan film ‘Tira’ yang pertama kali diperkenalkan lewat komik bertajuk Dracula karya Nono GM terbit pada 1975.
“Film dari Jagat Sinema Bumilangit kan banyak sekali. Kalau saya kerjakan semua sebagai sutradara, kayanya nggak bisa juga dan tujuan ketika kami menginisiasi Jagad Sinema Bumilangit ini adalah sebagai showcase talenta-talenta terbaik, bukan hanya di Indonesia tapi juga regional,” terang Joko Anwar.
“Kami sudah lama mengenal Zahir yang sudah lama bekerja di Indonesia sebagai TV Commercial Director, tapi dia juga sudah membuat film yang sangat luar biasa judulnya Fly by Night dan tayang juga di JAFF. Ketika lihat film ini, kami melihat talenta yang luar biasa, craftsmanship yang sangat tinggi dan itu kriteria yang kami cari untuk sutradara dari Jagat Sinema Bumilangit termasuk Tira, sangat puas di luar ekspektasi kami,” tambahnya.
Sementara itu, Zahir Omar dalam kesempatan tersebut angkat bicara soal pemilihan aktris Chelsea Islan untuk memerankan tokoh Suci, seorang stuntwoman berbakat yang hidupnya berubah akibat sebuah kutukan mematikan yang ia terima setelah menyelamatkan sembilan anak dari ritual misterius.
BACA JUGA:Turnamen Icha Cup 2023: Tenis Lapangan, Ajang Persahabatan
“Setelah bertemu Chelsea, membaca script serta mengeksplor karakter lebih mendalam, Chelsea Islan dan Suci memiliki karakteristik yang mirip banget. Baik dari segi insecurities-nya, dari word addict-nya, itu semua ciri-ciri yang ada di Suci. Dan yang jelas, sangat beruntung mendapatkan Chelsea untuk berperan sebagai Suci,” terang Zahir.
Serial Tira akan tayang di Disney+ Hotstar mulai 16 Desember 2023 mendatang. (Aje)






