Lamongan (beritajatim.com) – Pada seri ketiga BRI Liga 1 2021/2021 kali ini, Persela Lamongan akan menghadapi lawannya Bali United, di Stadion Moch Soebroto Magelang, pada Jumat (19/11/2021), pukul 20.45 WIB.
Meski jika dilihat dari 5 kali hasil pertandingan antara kedua tim tersebut Bali United lebih unggul, namun pertandingan kali ini diprediksi bakal berlangsung sengit, pasalnya tim Joko Tingkir juga memiliki ambisi untuk membawa pulang poin penuh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persela”]
Sehubungan dengan hal tersebut, Pelatih Persela Lamongan Iwan Setiawan mengaku sudah melakukan sejumlah persiapan mulai dari fisik, taktikal, dan lain-lain, serta seolah ingin menunjukkan bahwa Persela bukanlah lawan sembarangan untuk Bali United.
Diketahui, pada laga besok, Persela akan bermain tanpa dua pemain andalan mereka yakni Jabar Sharza dan Guilherme Batata. Iwan mengatakan, bahwa ia bersama tim akan selalu berupaya keras untuk bisa tampil maksimal.
“Dengan segala kekurangan-kekurangan, kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menang, karena penampilan yang maksimal itu sama dengan sukses,” ujar Iwan, saat konferensi pers, Kamis (18/11/2021).
Tak hanya Persela, 2 pemain Serdadu Tridatu juga bakal absen pada laga besok lantaran terkena akumulasi kartu kuning. Meski demikian, Iwan tidak memandang sebelah mata Bali United. Menurutnya, Bali United merupakan tim yang memiliki persiapan yang cukup baik.
“Semua juga setuju, jika Bali United ini memiliki materi terbaik di Liga 1 Indonesia. Meski 2 pemainnya terkena akumulasi kartu kuning, tetapi masih banyak pemain yang selama ini belum diturunkan tapi juga merupakan pemain terbaik. Siapapun yang turun besok itu adalah pemain-pemain terbaik,” tetangnya.
Lebih lanjut, saat ini Iwan telah membawa 24 pemainnya yang siap untuk diterjunkan besok, sedangkan beberapa di antaranya masih dalam penyembuhan cidera.
Menyikapi Persela hanya mampu menang sekali dalam 5 pertandingan terakhirnya melawan Bali United, pelatih asal Medan tersebut menegaskan, jika hal itu tidak bisa dijadikan sebagai acuan pasti. “Saya kira hal itu tidak bisa jadi acuan, karena banyak tim di Indonesia yang banyak berubah. Jadi hasil itu tidak menjadi suatu yang prinsip bagi saya,” tandasnya.[riq/kun]






