Surabaya (beritajatim.com) – Peserta didik (serdik) Sespimmen Polri Dikreg 66, Achmad Rakhmatullah Dwi Nugroho, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi Mahameru Quick Response (MQR) guna meningkatkan efektivitas kegiatan patroli dalam rangka mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcar lantas).
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, PT Jasa Marga wilayah Jawa Timur, serta akademisi Universitas Negeri Surabaya (Unesa). FGD digelar di Ruang Rapat IKATAMA Ditlantas Polda Jatim, Kamis (12/2/2026).
Achmad Rakhmatullah Dwi Nugroho mengatakan, FGD tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran dari para stakeholder yang memiliki peran strategis dalam pengelolaan lalu lintas dan pemanfaatan teknologi informasi. Ia menyebut aplikasi MQR saat ini sudah digunakan sebagai sarana pengawasan kinerja anggota di lapangan.
“Aplikasi MQR ini sudah digunakan oleh para anggota di lapangan. Kemarin kita sengaja gelar FGD untuk evaluasi sehingga kita bisa optimalkan lagi fungsi dan manfaat aplikasi MQR,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, MQR merupakan aplikasi berbasis dashboard yang digunakan oleh anggota patroli di lapangan, dengan pusat kendali terintegrasi dengan Google dan Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim. Aplikasi ini juga terkoneksi dengan ribuan CCTV di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Seluruh aktivitas anggota di lapangan dapat dilihat. Selain itu, berbagai informasi seperti lokasi rawan kecelakaan, titik kemacetan, serta posisi anggota dapat dipantau secara realtime,” jelasnya.
Dalam FGD tersebut, para stakeholder memberikan berbagai masukan, mulai dari integrasi data, peningkatan fitur aplikasi, mekanisme koordinasi antarinstansi, hingga strategi pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan.
Dwi Nugroho mengakui, saat ini aplikasi MQR lebih difokuskan pada pemantauan kegiatan patroli, khususnya ketika anggota memasuki titik rawan atau trouble spot. Dalam tiga bulan ke depan, pihaknya berencana menyempurnakan aplikasi dengan menambahkan fitur pencatatan kegiatan preventif yang dilakukan anggota.
“Misalnya ketika anggota memberikan teguran simpatik kepada pelanggar, kegiatan tersebut akan tercatat dalam aplikasi MQR yang saat ini tahap penyempurnaan. Sehingga fungsi pengawasan menjadi lebih lengkap,” ujarnya.
Dengan pengawasan yang lebih komprehensif, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat semakin meningkat. Penyempurnaan aplikasi MQR juga diharapkan mampu membuat patroli lebih tepat sasaran, efektif, dan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Dengan aplikasi ini seluruh aktivitas anggota dapat termonitor, sehingga berdampak positif bagi masyarakat karena patroli bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (ang/but)






