Surabaya (beritajatim.com) – Lailatul Qadar adalah malam yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Dalam Islam, malam ini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan disebut lebih baik dari seribu bulan.
Lailatul Qadar dipercaya terjadi di salah satu malam ganjil dalam 10 hari terakhir Ramadan, dan umat Muslim berlomba-lomba untuk meraih keberkahan serta ampunan di malam istimewa ini.
Lailatul Qadar memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadar:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1-5)
Dari ayat tersebut, Lailatul Qadar adalah malam penuh keberkahan di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan, dan malam ini memiliki nilai ibadah yang lebih utama dibandingkan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun.
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Meskipun tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadar terjadi, Rasulullah SAW memberikan beberapa petunjuk mengenai tanda-tandanya, di antaranya:
1. Malam yang tenang dan damai, Udara dan suasana terasa sejuk, tidak terlalu panas ataupun dingin.
2. Matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan, Matahari di pagi hari setelah Lailatul Qadar tampak lebih redup dibandingkan biasanya.
3. Tidak ada petir, angin kencang, atau hujan lebat, Malam tersebut berlangsung dalam keadaan tenteram dan tidak ada gangguan cuaca ekstrem.
Persiapan Umat Muslim Menyambut Lailatul Qadar
Karena keutamaannya yang luar biasa, umat Muslim dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam ibadah selama 10 malam terakhir Ramadan. Berikut adalah beberapa persiapan yang bisa dilakukan:
1. Meningkatkan Ibadah di 10 Malam Terakhir
Rasulullah SAW memperbanyak ibadah saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan. Beliau meningkatkan intensitas shalat malam, membaca Al-Qur’an, serta berzikir. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak:
• Shalat Tahajud dan Shalat Witir
• Membaca Al-Qur’an dan merenungkan maknanya
• Berdzikir dan beristighfar
• Bersedekah kepada yang membutuhkan
2. Memperbanyak Doa
Khususnya Doa yang Diajarkan Rasulullah
Salah satu doa terbaik yang dianjurkan untuk dibaca pada malam Lailatul Qadar adalah:
Berbunyi:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai keampunan, maka ampunilah aku.”
Doa ini mencerminkan harapan agar Allah mengampuni dosa-dosa dan memberikan rahmat-Nya.
3. Beri’tikaf di Masjid
Salah satu amalan utama di 10 malam terakhir Ramadan adalah i’tikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah. Rasulullah SAW senantiasa beri’tikaf di masjid selama 10 hari terakhir Ramadan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
4. Meninggalkan Perbuatan yang Sia-Sia
Agar dapat meraih keutamaan Lailatul Qadar, umat Muslim dianjurkan untuk meninggalkan aktivitas yang tidak bermanfaat, seperti menghabiskan waktu dengan hal-hal yang melalaikan atau berbicara tentang hal yang tidak perlu. [aje]






