Bojonegoro (beritajatim.com) – Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro pada masa panen musim tanam pertama tahun 2025 berhasil menyerap 4.500 ton gabah dari petani dan sebanyak 2.200 ton beras. Penyerapan itu masih jauh dari target yang dipasang di tahun ini sebesar 60.000 ton beras.
Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro Ferdian Darma Atmaja mengatakan, pada tahun 2025 pihaknya menarget bisa menyerap 60.000 ton beras. Serapan itu diharapkan bisa terpenuhi dari wilayah kerjanya yakni dari Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.
“Target ini untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto mewujudkan swasembada pangan. Bulog Bojonegoro bakal menyerap gabah langsung dari petani,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).
Namun, pada masa panen musim tanam pertama, yakni dari Januari hingga sekarang, Bulog Bojonegoro hanya bisa menyerap sebanyak 4.500 ton gabah dari petani. Sementara untuk penyerapan beras sebesar 2.200 ton.
Jumlah tersebut, diyakini akan terus bertambah menyusul puncak panen raya yang diproyeksi terjadi akhir bulan Maret ini. Selain itu, wilayah kerja Bulog Bojonegoro juga merupakan daerah produsen pangan di Jatim.
“Dalam sehari saja kita menyerap 450 ton setara gabah, beras. Dan terus bertambah seiring mendekati puncak panen raya,” tambahnya.
Sementara itu, Ferdian menjelaskan semua gabah petani tidak boleh dibeli dibawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500. Bulog juga menggandeng Babinsa TNI di tingkat desa untuk bersama-sama mengawasi oknum nakal yang membeli gabah petani dengan harga dibawah HPP.
“Bilamana ditawar oleh pihak swasta baik tengkulak atau yang lainnya di bawah harga Rp6.500 silahkan kontak Bulog,” pungkasnya. [lus/ted]






