Sumenep (beritajatim.com) – Bagi yang tidak tahu, mungkin rujak uleg Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo ini menjadi rujak termahal se-Indonesia. Seporsi rujak Madura yang diuleg sendiri oleh Bupati Sumenep, laku dengan harga Rp 1.250.000.
Peristiwa rujak termahal itu hanya terjadi pada lomba ‘Aghulek rojek’ atau nguleg rujak di halaman Pemkab Sumenep. Lomba untuk memeriahkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tersebut diikuti oleh Bupati, Sekretaris Daerah, dan jajaran Forkopimda Sumenep.
Para peserta ‘aghulek rojek’ itu diminta menyajikan Rujak Madura dengan kreasinya sendiri. Peserta, termasuk Bupati, juga diwajibkan menguleg sendiri bumbu rujak yang akan disajikan. Peserta diminta menyelesaikan sajian rujak sesuai waktu yang telah ditentukan panitia.

Suasana semakin meriah ketika sepiring rujak yang diracik Bupati Sumenep, dilelang pada pengunjung yang hadir. Akhirnya rujak hasil kreasi Bupati Sumenep itu jatuh ke tangan penawar tertinggi dengan harga Rp 1.250.000. Menyusul setelah rujak Bupati, rujak racikan Sekda Sumenep, Edy Rasiyadi, juga ikut dilelang. Hasilnya, penawar tertinggi sebesar Rp 1.000.000 menjadi pemenang lelang rujak Sekda.
Jangan keburu berprasangka buruk dulu. Hasil lelang rujak uleg sebesar Rp 2.250.000 itu tidak ada sepeser pun yang masuk ke kantong pribadi para pejabat tinggi Sumenep itu, melainkan langsung diserahkan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep.
BACA JUGA:
Sumenep Sediakan 1000 Porsi Rujak Madura Gratis
Bupati Sumenep, Ach. Fauzi Wongsojudo menyambut gembira lomba ‘Aghulek Rojek’ tersebut. Apalagi endingnya dilelang dan uang hasil lelang diserahkan ke Baznas. Baginya, lomba ngulek rujak ini unik, seru, dan menyenangkan.
“Semoga dengan diadakannya lomba ‘Aghulek Rojek’ ini, bisa mempererat tali silaturahim serta kebersamaan para pimpinan OPD, kemudian BUMN, BUMD dan instasi vertikal. Semoga lomba ini bisa memupuk semangat, kemandirian dan kekompakan kita semua,” ucapnya. [tem/but]






