Probolinggo (beritajatim.com) – Idulfitri tinggal sepekan lagi. Momen ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk jual beli aset terutama emas.
Sejumlah toko emas di Probolinggo ramai dipadati pengunjung yang ingin bertransaksi emas. Tetapi, keramaian yang terjadi tidak sepadat saat sebelum pandemi Covid-19 melanda.
Seperti yang terjadi di Toko Emas Nawawi, salah satu toko emas menjadi referensi masyarakat, di Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo.
Rudi, karyawan toko emas Nawawi mengatakan para pembeli mulai ramai berkunjung seiring dengan melandainya Covid-19 di Probolinggo.
“Kalau tahun sebelum pandemi, dua pekan sebelum lebaran pembeli sudah berjubel. Tapi kalau sekarang ramai tapi tak seramai sebelum pandemi,” kata Rudi, Selasa (26/4/2022).
Menurut Rudi, pembeli emas saat ini menurun sekitar 45 persen dari tahun sebelum pandemi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Probolinggo”]
“Sebagian pengunjung ada yang membeli dan juga ada yang tukar tambah. Tapi ya gitu, pengunjungnya tidak seramai dulu sebelum pandemi,” ucapnya.
Ika, warga Kedung Asem, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo mengatakan, ia berniat untuk tukar tambah perhiasan miliknya. “Saya kesini untuk tukar tambah,” katanya.
Perlu diketahui, harga emas 23 karat saat ini masih di kisaran Rp700 ribu hingga Rp900 ribu per gram, sedangkan untuk emas 22 karat di kisaran Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per gramnya. (tr/beq)






