Magetan (beritajatim.com) – Penjualan sepeda dan motor listrik di Magetan mengalami lonjakan signifikan sebesar 20 persen pasca Lebaran tahun ini. Tren ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi.
Firman Tri Sugiono, salah satu penjual kendaraan listrik di kawasan Pasar Barat, tepatnya di Jalan Raya Pasar Legi, Kelurahan Mangge Kecamatan Barat, Magetan, sepeda listrik menjadi primadona utama, terutama untuk anak-anak sekolah. Sebulan dia menjual 30 unit sepeda listrik.
Hal ini dikarenakan kepraktisan dan kemudahan penggunaan sepeda listrik yang tidak memerlukan SIM dan biaya operasional yang lebih murah.Sementara itu, motor listrik lebih diminati oleh kalangan guru dan PNS.
“Faktor pendorongnya adalah subsidi pemerintah yang menarik dan kemudahan dalam mengurus surat-surat kendaraan. Harga motor listrik di toko kami berkisar antara Rp9 juta dengan faktur yang sah dan dapat diurus di Samsat. Kalau untuk sepeda kisaran Rp3 jutaan,” kata Firman, Minggu (2/6/2024).
Pembeli kebanyakan memilih pembayaran secara tunai karena harga yang masih tergolong terjangkau. Alasan utama masyarakat beralih ke kendaraan listrik ini adalah kepraktisan dan kemudahannya.
Pengguna tidak perlu lagi mengantre untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dan tidak perlu mengganti oli secara berkala.
“Tren ini sudah berlangsung sejak tahun 2023, dan semakin marak seiring dengan semakin menipisnya cadangan minyak bumi,” ujar Firman.
“Peralihan ke kendaraan listrik menawarkan solusi yang lebih hemat dan ramah lingkungan bagi semua kalangan,” tambahnya.
Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, diprediksi tren penggunaan sepeda dan motor listrik akan terus berkembang di masa depan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendorong penggunaan energi terbarukan dan mengurangi emisi gas buang. [fiq/but]






