Magetan (beritajatim.com) – Sepanjang 2022, sebanyak 60 rumah dan satu korban meninggal dunia akibat cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Magetan.
Berdasarkan catatan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, terjadi bencana tanah longsor sebanyak 22 kali di Magetan. Paling banyak tanah longsor terjadi antara Oktober hingga Desember 2022 di 9 titik di Kecamatan Poncol, Plaosan, dan parang.
Cuaca ekstrem juga mengakibatkan pohon tumbang di 120 titik. Paling banyak terjadi di bulan Januari dengan 12 titik, bulan Maret di 35 titik dan Desember sebanyak 28 titik.
Lokasinya tersebar di seluruh kecamatan. Banjir pun terjadi 5 kali imbas buruknya drainase yang berada di Kecamatan Magetan dan Panekan.

Untuk banjir luapan dua kali terjadi di Kartoharjo dan berdampak pada lahan pertanian.
“Cuaca ekstrem terjadi beberapa kali sepanjang 2022. Mengakibatkan tanah longsor dan pohon tumbang serta banjir. Mayoritas lokasi longsor ada di kawasan Parang, Poncol, dan Plaosan. Banyak terjadi pada Oktober hingga Desember,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi, Rabu (4/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”Magetan”]
Akibatnya, 6 talud penahan jembatan, penahan badan jalan dan sungai pun rusak. Mayoritas terjadi di kecamatan Karas dan Plaosan. Pun, 60 rumah mengalami rusak sedang, ringan, dan berat inbas tanah longsor, pohon tumbang, dan tersingkap angin kencang.
“Kemudian, dari kejadian itu juga ada 10 orang yang terluka. Sebanyak 2 orang tertimpa atap rumah, 2 tertimpa longsor, dan 6 tertimpa pohon tumbang. Kemudiaan, ada 1 korban meninggal akibat tertimpa batu di Air Terjun Tirtosari,” katanya.
Dia memperingatkan masyarakat agsr terus waspada terhadap cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. Sehingga, segala kejadian bencana bisa diantisipasi dengan tepat. [fiq/beq]






