Jember (beritajatim.com) – Klub Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia Djember (Persaid) Kabupaten Jember, Jawa Timur, melindas Sepak Bola Amputasi Depok (Sebad) 4-0, dalam turnamen sepak bola amputasi Piala Menpora, di Lapangan Pamentas Lebak bulus, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2022) sore.
Bertanding dalam waktu dua babak kali 25 menit, gelandang Muhammad Shiddiq Bahiri mencetak trigol pada menit 37, 38, dan 48. dan striker Mohammad Lukiyono pada menit 48. Dengan kemenangan ini, Persaid akan menghadapi Persaj Jakarta yang berhasil mengalahkan Persam Madura 12-0.
Pertandingan sepak bola amputasi menghadapkan dua tim yang masing-masing diperkuat satu penjaga gawang dan enam orang pemain non kiper. Terdiri atas dua babak, satu babak berlangsung selama 25 menit dan masa istirahat antarbabak 10 menit.
Pertandingan Persaid melawan Depok berjalan cukup ketat. Diperkuat empat pemain tim nasional, Persaid kesulitan menembus pertahanan Depok yang diperkuat beberapa mantan pemain tim nasional. Postur para pemain Depok yang lebih besar sempat membuat Persaid kesulitan. Pertandingan berjalan keras dan membuat salah satu pemain Depok harus mendapat kartu merah.
“Anak-anak tidak menjalankan instruksi pelatih dengan baik, dan banyak membuang peluang yang seharusnya bisa berbuah gol sejak menit awal,” kata M. Agus Sabirin, Ketua Persatuan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Kabupaten Jember. Beruntung, koordinasi antarlini dan stamina pemain Persaid lebih baik.
Kendati menang telak, Agus menilai ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. “Secara keseluruhan yang harus dibenahi dari kami adalah ketenangan dalam bermain serta komunikasi antarpemain di lapangan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persid”]
Calon lawan Persaid di semifinal bukan tim sembarangan. “Mereka tim kuat yang dihuni para pemain timnas yang lebih siap. Terlebih mereka mempunyai misi balas dendam, karena dulu di kejuaraan di Jember kalah dari kami,” kata Agus. Dia optimistis Persaid bisa jadi juara selama para pemain bisa bermain tenang, mengendalikan diri menghadapi provokasi lawan. [wir/but]






