Banyuwangi (beritajatim.com) – Lokasi Desa Watukeno, Kecamatan Wongsorejo cukup jauh dari pusat kota. Namun, program Wenak Banyuwangi atau warung naik kelas nyatanya bisa menyentuh warga di daerah itu.
Saat program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Watukebo, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat langsung kondisi warganya di daerah itu.
Tak sekedar berkunjung, Bupati Ipuk juga memberikan bantuan dana dan alat dalam program Wenak Banyuwangi kepada warga.
Bupati Ipuk menyebut, program ini untuk meningkatkan kualitas warung kecil yang tergolong usaha ultra mikro milik rakyat. Program ini memfasiltasi perbaikan warung kecil.
Selain itu, langkah ini juga memberikan bantuan berbagai alat usaha sesuai kebutuhan pemilik warung. Ada etalase, dispenser, blender, meja-kursi, peralatan makan, dan berbagai alat lainnya.
“Warung rakyat ini adalah salah satu tumpuan banyak masyarakat. Pemilik warungnya mendapatkan nafkah, warga masyarakat memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Kami bantu agar tetap bergeliat sekaligus ini bagian dari peningkatan ekonomi arus bawah,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Di sela-sela itu, salah seorang pemilik warung mengaku terharu dan bangga tersentuh program Wenak Banyuwangi.
Suginah warga Dusun Priggondani, Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo pemilik warung rujak dan makanan ringan mengaku bersyukur bisa mendapat bantuan alat yang mendukung usahanya. Perempuan berusia 51 tahun itu mendapat bantuan etalase, peralatan ulek, rak, peralatan minum, termos, blender, dan lainnya.
Bantuan itu menjadi impian yang menjadi nyata baginya. Karena, sebelumnya Suginah hanya mengandalkan meja dan peralatan seadanya untuk dagangannya.
“Dari dulu ingin membeli peralatan itu, tapi hasil jualan hanya cukup untuk keperluan sehari-hari. Saya bersyukur bisa mendapat bantuan ini, semoga tambah laris,” ungkap Suginah yang telah memulai usaha 20 tahun silam itu.
Tak hanya itu, Bupati Ipuk Fietiandani juga meninjau pelatihan pembuatan kue kering bagi ibu-ibu rumah tangga di Dusun Pringgodani, serta istri karyawan Perkebunan Pasewaran. Mereka tidak hanya dilatih, tapi juga diberi bantuan alat sebagai bekal untuk merintis usaha.
“Tidak hanya berhenti di sini. Mereka nanti bisa mengikuti pelatihan lanjutan maupun mengakses pendampingan sampai bisa mandiri. Harapannya, nanti bisa menjadi penghasilan tambahan untuk keluarganya,” terang Ipuk. (rin)






