Banyuwangi (beritajatim.com) – Berbagai program terus bergulir di Banyuwangi. Saat ini makin terlihat dan terasa manfaatnya salah satunya adalah program Wenak Banyuwangi atau Warung Naik Kelas.
Sejak digulirkan pada 2021 silam, program ini telah menyentuk ribuan warga. Bahkan, hingga tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memasang target 3700 orang.
Program Wenak Banyuwangi bertujuan untuk meningkatkan kualitas warung kecil yang tergolong usaha ultra mikro milik rakyat. Langkah yang dilakukan yakni memfasiltasi perbaikan warung kecil.
Tak hanya itu, dalam program ini juga memberikan bantuan berbagai alat usaha sesuai kebutuhan pemilik warung. Ada etalase, dispenser, blender, meja-kursi, peralatan makan, dan berbagai alat lainnya.
“Warung rakyat ini adalah salah satu tumpuan banyak masyarakat. Pemilik warungnya mendapatkan nafkah, warga masyarakat memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Kami bantu agar tetap bergeliat sekaligus ini bagian dari peningkatan ekonomi arus bawah,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kuliner-banyuwangi”]
Lalu siapa saja yang berhak mendapat bantuan dan sentuhan program Wenak Banyuwangi?. Ada skema yang dilalui, yakni mereka yang mendapatkan sentuhan program tersebut merupakan usulan dari masyarakat yang diverifikasi oleh dinas terkait.
“Pemilik warung mendapat alokasi Rp1 juta, untuk kebutuhan dan pembelian alat. Para penerima adalah pengusaha ultra mikro, sehingga dengan bantuan yang nominalnya tidak besar ini bisa memberi dampak untuk pengembangannya,” jelas Ipuk.
Anggaran program ini berasal dari APBD termasuk juga dari sinergi lintas sektor. Sejak digulirkan telah disalurkan bantuan Wenak terhadap 565 warung rakyat. Selain memberikan bantuan alat usaha pada warung juga ada pelatihan dan bantuan alat usaha pada kelompok masyarakat. (rin)






