Banyuwangi (beritajatim.com) – Para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak di Banyuwangi patut berbahagia. Karena di bulan suci ini mereka serasa mendapat durian runtuh, setelah Pemkab Banyuwangi memberikan insentif kepada mereka.
Besaran anggaran untuk insentif para guru PAUD dan TK ini mencapai Rp 7,2 Milyar. Jumlah itu diperuntukkan bagi 1.200 penerima.
Tiffani Wahyu salah seorang guru PAUD Citra Bangsa asal Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi itu tak bisa menutupi raut wajah bahagianya. senyumnya sontak merekah saat mengetahui bahwa insentif bagi guru sejawatnya dari Pemkab Banyuwangi sudah cair.
[berita-terkait number=”5″ tag=”paud”]
“Senang sekali rasanya, mau lebaran, insentifnya cair. Matur nuwun,” ungkapnya saat menerima bantuan tersebut secara simbolis dari Bupati Ipuk di SDN 1 Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kamis (21/4/2022).
Guru yang telah mengajar lima tahun tersebut mengapresiasi program insentif tersebut. Sebelumnya, ia hanya menerima gaji dari sekolah saja. “Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak didik kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, penyerahan insentif kali ini terdapat penambahan penerima sebanyak 50 orang dari tahun sebelumnya yang hanya 1.150 orang.
“Penerimanya ini ada yang sama dengan tahun lalu, ada juga yang baru. Misalnya, ada yang sudah pensiun atau telah menerima sertifikasi, kita ganti dengan guru lain yang memenuhi syarat namun belum mendapatkan insentif,” urainya.
Para penerima insentif tersebut, lanjut Suratno, telah sesuai dengan persyaratan yang diatur di dalam UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen.
“Kriteria guru penerima insentif adalah non ASN dan harus S1. Lalu, belum menerima sertifikasi pendidikan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dan aktif mengajar yang ditandai masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik),” pungkasnya. (rin/kun)






