Pamekasan (beritajatim.com) – Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi memprotes keras agenda Presiden FIFA, Gianno Infantino bersama sejumlah pengurus PSSI yang menggelar fun football di tengah duka sepakbola nasional.
Hal tersebut tidak lepas dari adanya tragedi yang menewaskan sebanyak 133 suporter Aremania, pasca laga Super Big Match BRI Liga 1 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) lalu.
Ironisnya, presiden FIFA beserta rombongan bersama sejumlah pengurus PSSI justru menggelar fun football di Stadion Madya, Rabu (19/10/2022) kemarin.
Kondisi tersebut sontak memancing kritik dari sejumlah pihak khususnya para pecinta sepakbola, sebab mereka dianggap tidak berempati kepada ratusan korban Tragedi Kanjuruhan. Salah satunya dari Bos Madura United FC, Achsanul Qosasi.
[berita-terkait number=”3″ tag=”tragedi-kanjuruhan”]
“Silahkan segera pergi FIFA, jangan lama-lama di Indonesia. Cara-mu lebih tidak elok dalam ber-empathy,” tulis Achsanul Qosasi, dikutip dari salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Kamis (20/10/2022).
Tulisan tersebut sontak memancing animo dari masyarakat, khususnya para netizen tanah air. Termasuk mereka yang mendukung maupun yang kontra terhadap pernyataan AQ, sehingga ia pun meluruskan pernyataan tersebut melalui rilis resmi.
“Saya tidak marah sama PSSI. Sama sekali. Saya bereaksi terhadap FIFA ketika Presiden Gianni Infantino dan rombongan ‘mengajak’ PSSI bermain fun football seperti yang dijelaskan Sekjen Yunus Nusi. Ini soal rasa, rasa emphaty, ketika duka masih meliputi Malang dan sepakbola Indonesia,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Achsanul-Qosasi”]
Dari itu pihaknya menyampaikan beberapa saran dan masukan, khususnya bagi PSSI sebagai tuan rumah dari kunjungan para petinggi FIFA. “Justru simpati lebih mengalir jika FIFA menggelar seminar atau FGD (Focus Group Discussion) dengan para praktisi, asprov, wasit, suporter dan lainnya,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa AQ juga menyatakan tidak setuju jika dilaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI sebagaimana rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). “Sebagai penggemar sepakbola, saya tidak setuju KLB. Karena akan merancang permusuhan dan tidak baik bagi sesama penggemar sepakbola,” imbuhnya.
“Jika himbauan mundur tak bisa dilakukan (krn dianggap tidak bertanggung jawab), ya sudah, lanjut saja. Menurut saya sikap Pengurus PSSI itu harus kita hormati, krn itu adalah pilihan. Keberhasilan mendatangkan Presiden FIFA itu luar biasa, tinggal PSSI harus memanfaatkan agenda yang pas,” pungkasnya. [pin/ted]






