Surabaya (beritajatim.com) – Sempat tak lolos di tahun sebelumnya, Safira Aulia Pramudita mahasiswi Universitas Airlangga (Unair) ini berkesempatan belajar di luar negeri, tepatnya di Universiti Malaya.
Fira lolos program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Kemdikburistek. Di kampus terbaik Malaysia itu, Fira mengambil Program Studi Gender Studies dan International Relations.
Fira menceritakan, ketika mengikuti perkuliahan gender, society, and culture, dirinya mendapatkan banyak metode pembelajaran. Tak hanya duduk di kelas, para mahasiswa juga diajak untuk mengunjungi sejumlah lokasi.
“Aku dan teman-teman pernah mengunjungi Gender-Based Violence (GBV) Exhibition. Dosen meminta kami mengobservasi exhibition itu, lalu membuat esai refleksi,” ujar Fira, ditulis Rabu (17/1/2024).
Ia mengungkapkan, IISMA memberikannya banyak pelajaran berharga. Hal itu dirasakan ketika dirinya menjadi satu-satunya awardee yang terdaftar pada mata kuliah Politics and Government in South East Asia.
Awalnya, ia merasa asing dengan mata kuliah tersebut, bahkan sempat ingin menggantinya. Namun, ia sadar itu merupakan kesempatan berkenalan dan membaur dengan mahasiswa lokal dan internasional lainnya.
“Keputusan tetap memilih mata kuliah ini merupakan salah satu pilihan terbaik selama ikut IISMA. Bukan hanya karena mata kuliahnya yang membantu memperluas wawasanku, tetapi juga karena teman-teman yang aku dapatkan di kelas,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam program IISMA tersebut ia dapat berkuliah di luar negeri dengan gratis selama satu semester mulai dari Oktober 2023 sampai Februari 2024. Ini merupakan tahun kedua dirinya mendaftar IISMA.
“Tahun lalu, aku belum berhasil terpilih jadi awardee. Tapi, dari situ bisa mengevaluasi diri, apa saja kekuranganku dan apa yang harus aku tingkatkan agar bisa lolos,” tandas mahasiswa Fakultas Hukum Unair tersebut. [ipl/kun]






