Mojokerto (beritajatim.com) – Nasib baik masih berpihak kepada pasangan suami-istri (pasutri) Irwanto (49) dan Dwi Suparmi (44). Pasangan ini kehilangan sepeda motor Honda Beat nopol S 4025 PR warna merah. Tetapi belum sampai satu hari hilang, sepeda motor korban tersebut ditemukan.
Ditemui beritajatim.com di rumahnya di Dusun Trowulan Gang III, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, korban Dwi Suparmi (44) menceritakan jika sepeda motornya hilang pada Minggu (15/1/2022) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
“Minggu dini hari, jam 2 pagi. Dari kamar mandi mau buat kopi, saya nyuci piring tapi sabun cuci habis. Saya kemudian ke depan (toko miliknya) ambil sabun cuci, buka pintu. Ternyata pagar buka selebar sepeda motor, sepeda motor satu tidak ada,” ungkapnya, Senin (16/1/2023).
Ibu dua anak ini menuturkan, dua sepeda motor miliknya tersebut sama-sama Honda Beat diparkir di teras berdekatan dengan pagar rumah. Satu warna hitam dan satu warna merah. Sepeda motor Honda Beat nopol S 4025 PR warna merah tersebut tidak ada.
“Malam itu, ada dua sepeda motor terparkir tapi satu hilang. Tinggal satu, sama-sama Beat. Satu warna hitam, satu warna pink. Yang pink yang tidak ada, ambilnya kan mudah karena di pinggir. Saya lihat di teras timur, mungkin anak saya lupa naruh. Juga tidak ada,” katanya.
Ia pun kembali ke dalam rumah dan mencari posisi kontak sepeda motor yang biasa digunakan untuk meletakkan kontak sepeda motor tersebut. Ternyata kontak sepeda motor masih ada di tempat tersebut. Ia pun akhirnya membangunkan suaminya.
“Terakhir saya yang pakai, saya buat belanja tapi yang masukkan ke teras suami saya kemudian tidur. Akhirnya semua keluar lihat gembok pagar tidak ada, iya yakin hilang karena gembok tidak ada, sepeda motor tidak ada tapi kontak sepeda motor masih ada,” ujarnya.
Dwi menceritakan, ia juga mencoba menanyakan ke sejumlah anggota keluarga dan teman-teman anaknya yang biasa nongkrong di rumah. Semuanya menjawab juga tidak tahu.
Namun, ada tetangga yang melihat dua orang mengendarai sepeda motor Scoopy warna merah yang mencurigakan.
“Dua orang itu tolah-toleh (tonggok kiri tenggok kanan). Ada tetangga yang cerita kalau ada orang ribut cepat rumah, mikirnya mungkin teman anak saya karena memang setiap hari kan ramai di depan. Saya lihat barang lain tidak ada yang, dagangan gas elpiji, alat terapi tidak ada yang hilang,” jelasnya.
Ia juga mencoba melihat rekaman CCTV milik warga di Dusun Trowulan Gang I. Terlihat ada dua orang mengendarai sepeda motor Scoopy warna merah dari arah utara ke selatan, pengendara pakai helm, sementara yang dibonceng tidak memakai helm.
“Wajah tidak terlihat, nopol tidak kelihatan melintas ke arah selatan tapi setelah itu tidak ada rekaman mereka lewat lagi. Kemungkinan setelah ambil sepeda motor saya, tidak lewat utara tapi ke selatan. Setelah kepastian hilang, Minggu pagi saya laporan ke Polsek Trowulan,” tuturnya.
Setelah laporan ke Kapolsek Trowulan, ia dan keluarganya kemudian memposting ke media sosial (medsos) terkait hilangnya sepeda motor miliknya tersebut. Minggu sore, lanjut Dwi, anaknya mendapatkan kabar dari temannya jika sepeda motor yang hilang tersebut ditemukan.
“Teman anak saya yang mengabarkan jika sepeda motor yang sama ditemukan, kemudian saya diminta ke ke sana untuk memastikan. Kemudian saya ke sana, bawa mobil. Anak-anak muda teman anak saya ikut, bawa sepeda motor ada 10 boncengan, kayak orang kampanye,” urainya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Mojokerto”]
Ini lantaran dikira selain sepeda motor ditemukan juga pelaku sudah diamankan. Namun ternyata hanya sepeda motor saja yang ditemukan di Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Sepeda motor tersebut diparkir di depan rumah salah satu warga.
“Ya ramai-ramai kesana dipikir pelaku juga ketangkap, ternyata hanya motornya saja. Di sana juga disambut banyak orang karena dipikir mau apa, kan ramai-ramai. Setelah dijelaskan, saya diminta membuktikan jika benar itu sepeda saya. Saya bawa BPKBnya karena STNKnya ada di jok motor. Ternyata gembok pagar saya ada di jok depan motor,” tegasnya.
Dwi menjelaskan, jika sepeda motor miliknya tersebut ditemukan warga terparkir di depan rumahnya sekitar pukul 04.00 WIB. Karena takut, penemu sepeda motor tersebut membiarkan di tempat pertama ditemukan namun karena sampai siang tidak ada pemiliknya yang datang sehingga diamankan.
“Yang menemukan itu, membiarkan sepeda tetap di sana karena takut sidik jarinya menempel tapi karena sampai siang tidak ada pemilik yang datang, warga yang menemukan itu kemudian meminta saksi warga untuk mengamankan sepeda motor dibawa ke dalam rumah,” paparnya.
Setelah membuktikan jika sepeda motor Honda Beat nopol S 4025 PR warna merah milik korban, petugas dari Polsek Puri datang dan meminta keterangan korban. Dwi mengaku diminta keterangan petugas hingga Minggu malam. Sepeda motor milik korban kemudian dibawa ke Mapolsek Puri.
“Besok (hari ini, red) bisa diambil (sepeda motor). Tapi saya cabut laporan di Polsek Trowulan dulu karena saya kan buat laporan kehilangan di Polsek Trowulan. Baru bisa ambil motor di Polsek Puri,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Puri, Iptu Suparno membenarkan, jika sepeda motor Honda Beat nopol S 4025 PR warna merah milik korban tersebut telah ditemukan. “Iya mbak, masih lidik dulu. Masih koordinasi sama Polsek Trowulan,” pungkasnya. [tin/beq]






