Bojonegoro (beritajatim.com) – Fenomena semburan gas yang membentuk gelembung-gelembung air bersama lumpur terjadi di Petak 171 RPH Sukun BKPH Gondang KPH Bojonegoro, tepatnya di Desa Jari Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro.
Hal itu menunjukkan bahwa di sekitar semburan gas tersebut terdapat gunung aktif. Semburan gas yang membentuk gelembung air dan lumpur itu merupakan kaliper kepundan (kawah gunung yang disebabkan oleh aktivitas vulkanis) dari gunung aktif.
BACA JUGA:
DLH Bojonegoro Sebut Semburan Gas di Jari Tidak Berbahaya
Secara geografis, semburan lumpur tersebut memang berlokasi di perbukitan. Berada di dekat dengan gunung pandan yang memiliki ketinggian 897 MDPL. Status gunung pandan merupakan gunung api. Namun, saat ini sudah tidak aktif atau istirahat.
“Ada kandungan gas yang keluar dan membentuk kubangan, karena ada gunung api di sekitar. Gunung pandan ini gunung api. Dan sudah dianggap tidak aktif lagi,” ujar Praktisi Geologi, Harry Nugroho, Rabu (12/4/2023).
Selain itu, banyaknya batu-batuan besar yang ada di sekitar lokasi ini juga memperkuat bahwa di lokasi sekitar pernah ada gunung aktif. Jenis batuan yang ada di sekitar semburan itu cukup banyak dan berukuran besar.
BACA JUGA:
Semburan Lumpur Campur Gas di Bojonegoro Sudah Sejak 2016
“Jenis batuan itu, campuran batuan andesit dan igneus trobosan atau batuan onyx yang terbentuk dari letusan gunung (magma),” pungkasnya.
Untuk diketahui, semburan gas di Desa Jari yang berada di kawasan Persil itu sudah diketahui sejak 2016. Pada awal kemunculan semburan itu, sempat menyemprotkan air dengan ketinggian mencapai satu meter bersama lumpur. Sementara saat ini semburan gas berbau belerang itu hanya gelembung-gelembung. [lus/suf]






