Surabaya (beritajatim.com) – Ada yang menarik perhatikan di tempat prosesi penyembelihan hewan kurban di Masjid Al -Akbar Surabaya. Seluruh petugas penyembelihan dilakukan antigen massal sebelum aktivitas. Selain itu, sebagian para petugas pemotong daging kurban menggunakan APD lengkap bak dokter dan perawat ketika di rumah sakit.
Bukan tanpa alasam mereka menggunakan APD lengkap saat melakukan pemotongan sapi dan kambing, hal ini menjadi salah satu standar untuk tetap menjalankan protokol kesehatan supaya daging tetap bersih dan terhindar dari penularan di tengah pandemi.
Yono, pemilik usaha pemotongan daging di kawasan Pagesangan Agung Baru yang berkolaborasi dengan Masjid Al-Akbar ini mengatakan karena kondisinya sedang tidak baik di tengah pandemi dan berinteraksi dengan orang banyak maka semua harus bersih. Ada 16 karyawan yang ia bawa dari tempat pemotongan yang diturunkan untuk mwmbatu memotong di masjid Al-Akbar.
“Tahun ini semua karyawan saya yang terlibat dalam pemotongan di masjid Al- Akbar menggunakan APD lengkap karena mengingat kondisi pandemi yang belum kondusif jadi lebih baik menjaga semua pakai APD dan sebelum bertuga juga semua di Rapid Antigen. Dan nantinya kami akan menerapkan ke semua setiap melakukan pemotongan di luar rumah pemotongan,” ungkap Yono saat ditemui di Masjid Al-Akbar, Selasa (21/7/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”idul-adha”]
Di Masjid Al- Akbar Surabaya sendiri di hari raya Idul Adha 1442 H ini sebanyak 20 ekor Sapi dan 34 Kambing. Menurut Humas Masjid Al Akbar, Helmy Noor jika tahun ini jumlah hewan yang dikurbankan mengalami peningkatan, jika tahun lalu sapi yang di kurbankan sebanyak 18 ekor sapi untuk saat ini 20 ekor.
“Tahun ini meningkat ada 20 ekor dibanding hari kemarin dan tahun ini lebih memperketat lagi sesuai dengan protokol kesehatan jadi sejak pagi mereka sudah di antigen semua baru melakukan aktivitas penyembelihan,” ungkapnya. [way/but]







