Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan program sembako murah dari Kementrian BUMN sangat dirasakan oleh warga Gresik. Apalagi bulan Ramadan tinggal dua minggu lagi. Beban mereka utamanya masyarakat tidak mampu terasa lebih ringan.
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, sembako murah ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat ditengah masih tingginya harga kebutuhan pokok. Juga untuk keseimbangan pasar.
“Kami menjual sembako murah dengan harga Rp 55 ribu yang terdiri 5 kilogram beras, 1 kilogram gula, dan 1 liter minyak goreng. Paket setara dengan harga Rp 90 ribu itu tersedia untuk 4.000 kupon,” katanya di Gresik, Jumat (3/03/2023).
Selain mendistribusikan sembako murah, pihaknya juga memfasilitasi pelaku usaha ultra mikro melalui bazar UMKM. Tujuannya untuk menjual produk makanan serta kerajinan lokal.
“Pelaku usaha UMKM kami fasilitasi agar produknya bisa naik kelas. Tidak hanya dikenal di daerahnya sendiri tapi juga bisa go internasional,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang digerakkan oleh salah satu BUMN, Petrokimia Gresik, Arya Sinulingga juga memberikan sosialisasi Program PNM Mekaar. Program ini telah membiayai lebih dari 90 ribu keluarga di Gresik.
“Saat ini, dari 250 ribu keluarga di Kabupaten Gresik, jumlah keluarga prasejahtera hanya sekitar 70-80 ribu. Untuk menuntaskan itu, BUMN siap membantu pemerintah daerah untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat Gresik lewat program PNM Mekaar,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”gresik”]
Operasi Pasar Rakyat BUMN ini dihadiri oleh Wakil Bupati (Wabup) Gresik, Aminatun Habibah, perwakilan dari Kodim 0817, dan perwakilan Kapolres Gresik. Selain itu turut juga hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Muakibatul Khusna, beserta stakeholder terkait lainnya.
Sementara itu, Ngatimah (65) warga asal Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik, mengaku dirinya terbantu ada sembako murah yang digelar di Petrokimia Gresik.
“Nantinya sembako ini saya bagi ke anak serta cucu di rumah biar bisa merasakan semua apalagi sekarang sebagian besar kebutuhan pokok harganya naik menjelang Bulan Ramadan,” pungkasnya. [dny/but]






