Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, resmi membuka seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Mojokerto tahun 2026 yang diikuti 215 pelajar dari berbagai sekolah, dengan kuota hanya 78 orang terbaik.
Pembukaan seleksi berlangsung di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Sabtu (4/4/2026), menandai dimulainya proses penjaringan calon anggota Paskibraka yang akan bertugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan bahwa Paskibraka merupakan wadah strategis dalam membentuk karakter generasi muda, tidak hanya dari sisi kedisiplinan dan ketangkasan, tetapi juga nilai kebangsaan.
“Paskibraka Kota Mojokerto telah berhasil mencetak putra-putri terbaik yang mampu mengemban tugas mulia sebagai pengibar bendera pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mereka juga menjadi teladan dalam integritas, tanggung jawab, dan semangat cinta tanah air,” ungkapnya.
Ia menilai tingginya minat peserta tahun ini menunjukkan semangat nasionalisme dan jiwa kepemimpinan generasi muda yang terus berkembang di Kota Mojokerto.
Ning Ita juga memastikan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Proses pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui laman resmi Paskibraka, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelajar.
“Pendaftaran dilaksanakan secara daring melalui laman resmi Paskibraka, sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pelajar. Proses seleksi ini mengacu pada Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2022 sebagai turunan dari Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022,” katanya.
Standar seleksi mengacu pada ketentuan nasional, dengan tahapan yang meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensia Umum (TIU) melalui sistem aplikasi transparansi Paskibraka.
Melalui sistem tersebut, peserta dapat memantau hasil seleksi secara langsung melalui akun masing-masing, sehingga menjamin proses berjalan objektif dan profesional.
Lebih lanjut, Ning Ita menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa kepemimpinan.
Dari total 215 peserta, nantinya akan disaring menjadi 78 orang terbaik yang berhak menjadi anggota Paskibraka Kota Mojokerto tahun 2026.
Ia pun berpesan agar seluruh peserta mengikuti seleksi dengan sungguh-sungguh dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Bagi yang terpilih, kalian adalah putra-putri terbaik Kota Mojokerto. Sementara yang belum lolos, jangan berkecil hati. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk meraih kesuksesan di bidang lainnya. Bismillahirrahmanirrahim, seleksi pembentukan Paskibraka Kota Mojokerto tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya. [tin/beq]






