Gresik (beritajatim.com) – Selama bulan Oktober 2023, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik mencatat ada 108 kasus kejadian kebakaran. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Damkarla Gresik Agustus Halomoan Sinaga mengatakan, pada bulan Oktober peristiwa kebakaran didominasi terbakarnya lahan kosong atau alang-alang. Namun, pihaknya mengaku cukup kewalahan lantaran alang-alang yang terbakar biasanya berada di area yang luas dan sulit dijangkau.
“Petugas kami seringkali merasa kesulitan karena harus menerobos rimbunnya rumput. Penanganan ini tentu memiliki resiko selain ancaman terluka juga terserang hewan melata seperti ular,” katanya, Selasa (24/10/2023).
Baca Juga: Imigrasi Surabaya Luncurkan Ruang Clearance untuk Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Penumpang di Bandara Juanda
Sinaga menambahkan, terkait dengan ini. Dirinya menghimbau kepada masyarakat lebih waspada dan tidak melakukan aksi pembakaran sampah.
“Saat ini kami tengah intens melakukan melakukan sosialisasi ke masyarakat. Selain itu, juga sidak ke lapangan untuk memastikan adanya sistem proteksi kebakaran pada bangunan industri,” imbuhnya.
Dalam sidak itu lanjut Sinaga, Damkarla Gresik mengajak PT Freeport Indonesia menggelar pelatihan bersama serta menggerakkan masyarakat di wilayah ring satu perusahaan agar tanggap terhadap penanganan darurat kebakaran.
“Pelatihan kami terus lakukan, agar masyarakat bisa menangani saat ada kejadian darurat dalam skala kecil terhadap resiko kebakaran,” ungkapnya.
Baca Juga: Zona Wisata Pendidikan Jember Panen Dukungan Parlemen
Kasus kebakaran lahan kosong kerap kali terjadi. Dalam satu minggu ada tiga kali lahan kosong terbakar. Hal ini terjadi karena masyarakat masih ceroboh, membuang puntung rokok sembarang serta membakar sampah tanpa diawasi. (dny/ian)






