Blitar (beritajatim.com) – Erlin (47), warga jalan Sulawesi Kelurahan Karangtengah Kota Blitar ditemukan meninggal dunia di rumahnya dikenal sebagai penyuka sesama jenis atau lesbian. Bukan hanya lesbi, perempuan 47 tahun tersebut ternyata juga menjalankan bisnis penitipan anjing.
Namun sayangnya bisnis penitipan anjing yang dijalankan oleh Erlin (47) itu tidak berizin alias ilegal. Perempuan penyuka sesama itu, menggunakan rumahnya sebagai shelter atau tempat penampungan bagi 40 ekor anjing.
Tidak ada sekat antara shelter dengan kamar yang dibuat tidur oleh Erlin. Menurut warga memang Erlin bersama pembantu sehari-hari makam tidur dengan puluhan anjing yang ditampungnya. “Ya ini memang rumahnya jadi korban ini tinggal di rumahnya bersama puluhan anjing ini, memang bisnisnya ini,” kata Adi, tetangga korban, Senin (01/01/23).
Erlin sendiri mempekerjakan 2 orang pembantu untuk mengurus rumah sekaligus puluhan anjing tersebut. Menurut warga pembantu yang dipekerjakan oleh perempuan 47 tahun itu mayoritas berasal dari luar Blitar. “Yang mengurus korban sendiri dan ada 2 pembantunya, tapi satu lainnya telah kabur beberapa minggu lalu, akibat tidak kuat bekerja disana,” terangnya.
Warga sekitar sendiri sebenarnya resah dengan keberadaan shelter atau tempat penampungan anjing milik Erlin. Pasalnya selain polusi suara, bau kotoran puluhan anjing tersebut juga mengganggu warga sekitar. “Selain bau kotoran, suara anjing-anjing ini juga mengganggu karena belakang rumah pas ini kan masjid waktunya orang magriban, anjing-anjing menggonggong,” curhatnya soal keresahan bisnis yang dijalankan Erlin.
Masyarakat sekitar sebenarnya sempat protes kepada Erlin soal bisnis penitipan anjing yang ia jalankan. Namun hingga Erlin ditemukan tewas di dapur rumahnya, tidak ada jawaban soal protes tempat penitipan anjing yang ia jalankan. “Belum ada jawaban tapi kini Sinyo (nama sapaan akrab Erlin) sudah tidak ada ini,” tutupnya.
Erlin sendiri ditemukan bersimbah darah di dapur rumahnya. Bukan hanya dia, sang pembantu juga ditemukan meninggal dunia di teras rumah. Kuat dugaan keduanya merupakan korban pembunuhan karena terdapat bekas luka di bagian kepala. (owi/kun)






