Lamongan (beritajatim.com) – Seiring dengan problem cuaca ekstrem yang melanda, kini kawasan pesisir Lamongan juga harus dihadapkan pada problem klasik lainnya yakni adanya tumpukan ratusan ton sampah yang mendarat di tepian pesisir laut Pantura Lamongan.
Sehingga, pemandangan ini sangat mengganggu keelokan birunya laut pantura Lamongan. Tak hanya itu, tumpukan sampah ini juga mengakibatkan pantai menjadi kotor, menebar bau busuk dan menghilangkan keeksotisannya.
Pernyataan tersebut seperti yang disampaikan oleh Penasehat KAHMI Lamongan, Muchlisin Amar, saat acara evaluasi penanaman mangrove bersama Exxonmobil di bibir pantai laut, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Selain itu, Muchlisin menambahkan, kawasan pesisir Pantura memiliki potensi wisata yang luar biasa. Terbukti, saat ini banyak bermunculan destinasi wisata baru yang mengandalkan view laut dan kecantikan akan rimbunnya mangrove.
“Tumpukan sampah ini harus segera diatasi. Akan sangat disayangkan jika dibiarkan begitu saja, karena akan sangat mengganggu keasrian laut dan mangrove yang selama ini dijaga oleh pemerintah, pegiat lingkungan, maupun LSM yang concern dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem yang berkelanjutan,” katanya, Rabu (28/12/2022).
Oleh karenanya, Muchlisin memohon kepada semua pihak, agar terus konsisten dalam membirukan laut dan menghijaukan tepian pantai. Dengan begitu, kebutuhan oksigen bagi manusia sekitar bisa terus terpenuhi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”cuaca-ekstrem”]
“Sudah sepatutnya hal ini menjadi kewajiban semua pihak. Pemerintah juga harus terus mengingatkan kepada masyarakat nelayan bahwa kelestarian lingkungan dan terjaganya ekosistem ini tidak hanya tanggung jawab dari pemerintah saja, melainkan juga kita semua,” terangnya.
Sementara itu, Rifqi, salah satu perwakilan dari pihak Exxonmobil menuturkan, pihaknya akan terus mensupport upaya-upaya positif dalam pelestarian alam dan ekosistem laut.
Ia juga mengaku bangga. Pasalnya, kerjasama yang dibangun dengan steakholder nelayan di Lamongan selama ini berjalan relatif sukses dan lancar. Tak hanya melalui program mangrovisasi, tapi juga berupa bantuan peralatan pengolah ikan untuk menumbuhkembangkan UMKM.
“Semoga melalui program peralatan pengolah ikan ini, bisa terus menumbuhkan semangat inovasi dan mampu memunculkan produk olahan yang vafiatif. Kami juga berharap, UMKM nelayan yang diprakarsai ibu-ibu nelayan anggota Poklahsar PIN (Persaudaraan Ibu Nelayan) Paciran ini terus berkembang,” paparnya. [riq/suf]






