Pasuruan (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Pasuruan, Hasbullah angkat bicara terkait bangunan sekolah roboh. Dia menyatakan tidak ada dana untuk perawatan bangunan sekolah pada 2023.
Bahkan Hasbullah mengatakan ada sekitar 180 sekolah yang rusak namun belum bisa diperbaiki. Itu meliputi sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama di Kabupaten Pasuruan.
“Dananya nggak ada karena pakai SIPD tahun lalu (2022). Kalau dana darurat nggak bisa karena sistemnya satu tahun lalu daftar SIPD kemudian baru dapat bantuan,” kata Hasbullah, Selasa (17/1/2023).
Hasbullah menambahkan, meskipun sudah mendaftar di SIPD, calon penerima bantuan belum tentu mendapatkan dana. “Kalau dananya ada, ya dikasih, kalau nggak ada, ya nggak dapat,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya atap ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) di SDN Kalirejo roboh akibat kayu penyangga lapuk. Tidak ada pembenahan terhadap gedung sekolah selama bertahun-tahun.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pasuruan”]
Untungnya dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Saat ini pihak sekolah melakukan perbaikan menggunakan dana darurat milik sekolah lantaran tidak ada bantuan dari dinas.
Kejadian robohnya atap tak hanya terjadi di SDN Kalirejo Kecamatan Bangil. Melainkan terdapat dua sekolah lagi yang atapnya ambrol dan masih belum adanya sentuhan dari dinas terkait.
Kedua sekolah tersebut merupakan SDN Kluwut yang berada di Kecamatan Wonorejo dan SDN Kalipang di Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan. [ada/beq]





