Pasuruan (beritajatim.com) – Program Sekolah Rakyat akan segera dibuka di Kabupaten Pasuruan pada 1 Juli 2025. Ini menjadi pilot project pendidikan jenjang SMP dan SMA untuk tahun ajaran baru 2025-2026.
Sekolah ini akan membuka tiga kelas dengan masing-masing rombongan belajar berisi 25 siswa. Dengan begitu, total kapasitas awal yang disiapkan mencapai 75 siswa untuk tahap pertama.
Verifikasi terhadap calon peserta didik telah selesai dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan. Proses ini melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di lapangan.
“Verifikasi mengerahkan pendamping PKH. Sudah selesai pekan ini,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan, Pantja Wisnoe Ismojo.
Tujuan verifikasi ini adalah memastikan bahwa calon siswa benar-benar berasal dari keluarga yang berhak menerima manfaat. Langkah ini dinilai penting agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran.
Data yang digunakan merujuk pada desil 1 dan 2 dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Total ada 150 calon siswa yang diverifikasi dari dua jenjang pendidikan.
“Dalam pendataan, Dinsos juga menyiapkan kuota cadangan. Ini dilakukan untuk antisipasi apabila ada siswa yang mengundurkan diri,” tambah Pantja.
Selain seleksi siswa, pemerintah daerah juga terus mempercepat revitalisasi gedung bekas kantor Bupati Pasuruan di Jalan Hayam Wuruk. Gedung ini nantinya akan menjadi lokasi utama kegiatan belajar mengajar.
“Revitalisasi dari tim teknis Kementerian PU juga terus dikebut. Harapannya, semua fasilitas siap digunakan tepat waktu,” terang Pantja.
Program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pasuruan. Pemerintah berharap Sekolah Rakyat bisa membuka akses pendidikan yang lebih inklusif dan merata ke depannya. (ada/but)






