Surabaya (beritajatim.com) – Abstain sebagai ass pelatih di dua pertandigan, Bejo Sugiantoro ceritakan pengalamannya mengambil lisensi A kepelatihan selama dua minggu di Jogjakarta.
Bapak dari Rahmad Irianto ini mengatakan jika ada pedoman yang seharusnya diterapkan di sepak bola Indonesia, namun pedoman ini kerap diabaikan oleh para pemain. Tiga pedoman yang menjadi bahan lisensi Bejo adalah Defence, attack dan transisi.
Pemahaman ini kerap kali disepelekan oleh para pemain sepak bola Indonesia, padahal pemahaman ini sangat berfungsi bagi pesepak bola liga 1 di Indonesia.
“Tiga pedoman penerapan ini sebenarnya perlu tapi sayang moment ini sering dilupakan oleh pemain Indonesia. Seperti apa kita bertahan dari serangan lawan dan seperti apa transisi kita saat kehilangan bola,”ucap Bejo.
Namun ini moment ini juga menjadi pembelajaran bejo dalam perjalanan menyelesaikan lisensi A. Menurutnya masih ada modul yang harus dikerjakan.
Bejo akan kembali di bulan Oktober untuk masuk ke modul satu dan dua, meski saat ini masih ada pekerjaan rumah sebelum kembali bersekolah.
“Sebelum saya masuk ke modul satu dan dua, pekerjaan rumah saya menganalisa empat pertandigan liga 1 Indonesia dan satu liga Eropa,”tandas Bejo.
Rencanaya Bejo akan menyelesaikan Lisensi A kepelatihan ini hingga akhir tahun 2019 ini, Oktober dan Desember untuk modul ke 1 hingga 5.
[berita-terkait number=”3″ tag=”persebaya”]
Dan rencananya setelah mengambil lisensi A, Bejo akan kembali mengambil lisensi AFC Pro kepelatihan. [way/ted]






