Jember (beritajatim.com) – M. Sarmuji, Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya, meyakini pemilihan kepala daerah tahun ini akan mengubah spektrum kekuatan politik di Jawa Timur.
“Kalau kemarin ada dominasi partai tertentu yangh cukup kuat, di pilkada serentak kali ini akan terjadi pergeseran kekuatan,” kata alumnus Himpunan Mahasiswa Islam ini, ditulis Selasa (3/9/2024).
Sarmuji mengakui adanya perbedaan antara pilkada dengan pemilihan presiden dan pemilihan legislatif. “Jawa Timur tidak terlepas dari akar nahdliyyin. Jadi kadang-kadang seperti PKB yang punya basis nahdliyyin cukup kuat, kadang pilkada kalah, basis legislatifnya masih cukup kuat. Tapi setidaknya kalau cerminannya adalah pilkada, ada perubahan konstalasi politik dalam Pilkada 2024 ini,” katanya.
Sarmuji meyakini hasil pilkada serentak tahun ini akan berpengaruh terhadap pemilu lima tahun lagi. “Salah satu contohnya di Tuban yang sebelumnya hanya sembilan kursi, begitu punya bupati menjadi 20 kursi. Pilkada memang kalau bupati atau walikotanya bagus, akan memiliki pengaruh cukup signifikan bagi sebuah partai,” katanya.
Itulah yang membuat Golkar memasang sejumlah kadernya di sejumlah ;pilkada di Jatim. Tak hanya di Kota Pasuruan, Golkar memasang kader sendiri sebagai kepala daerah dalam pilkada di Kota Batu, Kota Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, dan wakil kepala daerah di Kota Madiun, Pacitan, Kabupaten Malang.
“Kader yang hari ini kami berangkatkan lebih banyak daripada pilkada sebelumnya. Jadi kami optimistis, insyaallah jumlah bupati dan wakil bupati dari Golkar akan bertambah dalam pilkada kali ini,” kata Sarmuji.
Lonjakan suara Partai Golkar hingga 34 persen dalam Pemilu 2024 berpotensi terulang dalam Pemilu 2029. “Kami sudah tahu kuncinya pemilu legislatif seperti apa. Meskipun tidak semua hal bisa kita buka, tapi strategi itu bisa kami reproduksi dengan adaptasi tertentu,” kata Sarmuji.
“Waktu bisa mengubah keadaan. Jadi mungkin strateginya bisa kami adaptasi. Tapi prinsip-prinsip dasarnya sudah kami temukan, bagaimana sebuah partai bisa mengalami lonjakan suara. Dan di Jawa Timur, lonjakan suara Golkar cukup besar,” kata Sarmuji.
“Untuk DPR RI, kami hampir memperoleh satu juta suara. Untuk DPRD kabupaten dan kota, secara nasional naik 99 kursi, dan Jawa Timur menyumbang 30 kursi. Jadi hampir sepertiga kursi DPRD kabupaten dan kota disumbangkan Jawa Timur. Jadi kami tahu bagaimana caranya menambah suara dan kursi dalam pemilu legislatif pada 2029,” kata Sarmuji. [wir]






