Jember (beritajatim.com) – M. Sarmuji yang saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Partai Golongan Karya terpilih menakhodai Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje) 2024-2029 dalam Musyawarah Nasional Kauje, di Gedung Sutarjo, Kabupaten Jember, Sabtu (31/8/2024).
Sarmuji sebelumnya juga menjabat Ketua Umum Kauje untuk periode 2019-2024. Dia memperpanjang periode kepengurusannya setelah delegasi dari pimpinan pusat, tiga koordinator wilayah, 26 koordinator daerah, dan 13 komisariat bersepakat.
“Hari ini kami menyelesaikan munas yang sudah berlangsung dua hari dengan suasana persaudaraan yang tinggi, guyub, tidak ada persengketaan sama sekali. Saking tidak ada persengketaan, tidak ada calon lain yang diusulkan untuk menggantikan kepemimpinan saya,” kata Sarmuji.
Sarmuji sebenarnya sudah meminta agar posisinya diganti sosok baru. “Tapi ternyata semua masih menyuarakan saya, dan saya menerima amanah ini dengan syarat kekompakan dijaga dan dipersolid timnya. Senua harus saling membantu supaya misi Kauje mengibarkan bendera Unej setinggi-tingginya bisa tercapai,” katanya.
Selama lima tahun ke depan, Sarmuji akan memberi perhatian pada pendataan alumni. “Dengan eksistensi korda, korwil, komisariat yang makin kuat, insyaallah pendataan alumni jadi lebih mudah. Potensi alumni ini penting untuk memetakan Kauje lebih bisa berkontribusi bagi almamater, masyarakat, dan negara,” katanya.
Kauje akan melakukan banyak kegiatan bermanfaat untuk mahasiswa, almamater, dan masyarakat. “Terutama bisa berkontribusi pemikiran terhadap negara dan bangsa yang kita cintai,” kata Sarmuji.
Kauje sudah memperkenalkan program ‘Kakak Asuh’ dan beasiswa dari alumni. “Nanti kami akan melakukan pelatihan-pelatihan profesi berdasarkan fakultas masing-masing. Ini sangat ditunggu adik-adik mahasiswa, terutama untuk pengembangan kewirausahaan, pengembangan kapasitas skill, bagi profesi di dunia nyata,” kata alumnus Fakultas Ekonomi ini.
Sarmuji ingin Kauje menjembatani teori di fakultas dan dunia kerja. “Ini peran alumni yang sangat ditunggu mahasiswa,” katanya.
Dengan konsep ‘Kakak Asuh’, alumni berbagi pengalaman dan informasi kepada mahasiswa yang baru lulus. “Memberikan solusi atas problem instan mereka. Mereka biasanya kaget, habis diwisuda kemudian menghadapi dunia nyata yang tidak mudah. Kami akan memfasilitasi mereka supaya bisa segera menyesuaikan diri dengan dunia nyata terutama dunia kerja,” kata Sarmuji.
Sementara untuk program beasiswa, Kauje sedang menghimpun dananya. “Insyaallah setahun ini akan konkret berapa yang bisa kami kumpulkan donasinya dan berapa adik mahasiswa yang bisa kami bantu, supaya mereka tetap bisa kuliah dalam keadaan paling tidak mampu sekalipun,” kata Sarmuji.
Ada beberapa orang alumnus yang berkomitmen. “Insyaallah program itu sudah bisa dimulai di tahun pertama Kauje ke depan,” kata Sarmuji. [wir]






