Sumenep (beritajatim.com) – Ikatan Satuan Generasi Berencana (Insan GenRe) Kabupaten Sumenep diharapkan bisa menjadi teladan remaja dalam aktivitas sehari-hari, mengingat pembangunan daerah selanjutnya merupakan tanggung jawab generasi muda saat ini, sehingga harus menyiapkan diri sejak dini.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi, saat menghadiri Kongres Insan GenRe Sumekar 2023-2025 di Kantor Bupati, Selasa (01/08/2023).
“Insan Genre harusnya menjadi agen perubahan untuk kalangan remaja, supaya menjadi remaja yang produktif, sehat, cerdas dan berakhlak serta berkarakter budaya,” katanya.
Generasi Berencana (GenRe) merupakan program yang dikembangkan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dengan kelompok sasaran program yaitu remaja berusia 10-24 tahun dan belum menikah, kemudian mahasiswa/mahasiswi yang belum menikah.
“Yang tergabung dalam insan GenRe ini hendaknya menjadi figur yang beretos kerja dan berintegritas untuk menjadi ‘role model’ atau teladan bagi remaja,” ujar Edy.
Ia juga berharap agar Insan Genre memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan generasi muda yang tangguh dan mandiri untuk mendorong kemajuan Kabupaten Sumenep
“Melalui organisasi ini, para remaja kami minta melakukan kegiatan positif dan menghindari perilaku negatif yang menjerumuskan masa depan. Jauhi narkoba, kriminalitas, pergaulan bebas, pernikahan dini, dan menjauhi perilaku menyimpang lainnya,” pesan Edy.
Menurutnya, program Genre mengajarkan remaja menjadi tangguh dan mampu berkontribusi dalam pembangunan sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. “Tetap semangat untuk menjadi organisasi pelopor generasi yang unggul,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono mengatakan, kongres Insan GenRe merupakan sarana evaluasi perjalanan organisasi, sekaligus menyusun perencanaan dalam merespon dinamika organisasi Generasi Berencana.
“Semoga forum GenRe bisa digunakan sebagai wadah untuk membentuk karater, serta memfasilitasi remaja lebih memahami hidup sehat dan berahlak,” ucapnya. (tem/kun)
BACA JUGA:
Minim ‘Stok’ Guru Penggerak, Ratusan SD di Sumenep Tak Miliki Kasek






