Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah gerai pengisian oksigen di Surabaya mengalami peningkatan permintaan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pasokan oksigen yang ada di rumah sakit sehingga pasien harus mencari dan membeli oksigen sendiri. Meningkatnya permintaan isi ulang oksigen membuat beberapa gerai mengalami kekosongan oksigen.
Salah satu gerai isi ulang oksigen yang terletak di Ruko Ngagel Indah terpantau ramai pengunjung yang ingin mengisi oksigen. Gerai ini melayani isi ulang oksigen mulai pukul 07.30 WIB hingga 16.00 WIB. Harga isi ulang oksigen yang dipatok oleh gerai ini untuk 1 m3 adalah Rp38.500. Untuk 2 m3 seharga Rp44.000, dan untuk 6 m3 seharga Rp 66.000. Dari pantauan beritajatim.com, meski sudah melebihi pukul empat sore masih ada pengunjung yang datang hendak membeli oksigen.
“Sebetulnya saya kasihan melihat banyak orang yang cari oksigen. Tapi ya mau gimana lagi kami sudah tutup. Kalaupun mau menunggu ya tabungnya ditinggal. Besok baru bisa diambil,” ujar salah satu karyawan yang hendak menutup gerai.
Ditempat terpisah, Gerai isi ulang oksigen di kawasan Gubeng Kertajaya pada Senin (12/07/2021) sekitar pukul 15.00 mengalami antrean. Terlihat puluhan tabung oksigen berjejer mengantre pengisian. Pengunjung yang berdatangan rela menunggu hingga berjam-jam demi membawa pulang oksigen.
[berita-terkait number=”4″ tag=”oksigen”]
Suwito warga Manyar Sabrangan yang ikut mengantre membeli oksigen untuk istrinya yang sedang isolasi mandiri di rumah mengaku dalam sehari bisa empat kali melakukan pengisian tabung ukuran 1 m3.
“Sehari saya bisa mengisi sebanyak empat kali. Untuk satu kali pengisian tabung kecil (1 m3) di sini harganya 35ribu. Jadi tinggal dikalikan saja,” ujar Suwito dengan mata berlinang.
Meski gerai di kawasan Gubeng Kertajaya ini buka setiap hari dan 24 jam, namun pada Senin (12/07/202) sekitar pukul 17.00 pemilik gerai Karina Gas menghentikan layanan untuk isi ulang oksigen lantaran sudah habis, dan akan melayani pembeli lagi jika pasokan oksigen sudah datang.

“Belakangan ini memang ramai, banyak yang sedang cari oksigen. Yang cari tabung juga ada, cuma kami stok tabungnya sedang kosong. Kalaupun ada harganya sekitar Rp 600 ribuan untuk tabung kecil ukuran 1 m3,” terangnya.
Terpisah pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Surabaya mengaku telah melakukan pengawasan kepada distributor, pengecer dan bahkan rumah sakit. Sebab, kelangkaan ini lebih disebabkan permintaan yang tinggi bukan penimbunan atau bahkan menaikkan harga tak wajar.
“Kelangkaan yang terjadi lebih ke permintaan tinggi saja. Tidak, tidak ada (pengusaha nakal.red) penimbunan atau bahkan harga di atas batas yang ditetapkan pemerintah,” jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian kepada beritajatim.com, Senin, 12 Juli 2021.
Lebih lanjut Oki sapaan akrab Kasat Reskrim ini memaparkan, kepolisian dan jajarannya sudah melakukan pengawasan. Bahkan tingkat Polsek pun diterjunkan mengawasi pengecer apotek maupun pengecer oksigen.(dik/man/ted)






