Sumenep (beritajatim.com) – Ribuan warga Sumenep tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan kemeriahan Parade Musik Tong-tong yang digelar pada Senin malam (10/06/2024) dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan sebagai upaya melestarikan budaya tradisional.
Parade ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat Sumenep, di mana alunan musik tradisional Tong-tong menggema di seluruh penjuru kota. Ketujuh kelompok musik tradisional, yaitu Angin Ribut, Telaga Biru, Lanceng Spektra, Tinker Bell, Peccot Ngamok, Nawasena dan Lendhu Sagara, tampil memukau dengan irama dan semangat khas mereka.
Sejarah dan Makna Musik Tong-tong
Musik Tong-tong merupakan salah satu warisan budaya tak benda Kabupaten Sumenep yang memiliki sejarah panjang dan makna mendalam bagi masyarakat Madura. Alat musik utama dalam seni ini adalah tong-tong, yaitu potongan bambu atau kayu yang dipukul dengan stik. Tong-tong dimainkan dengan berbagai variasi irama, menghasilkan alunan musik yang khas dan meriah.
Dahulu, musik Tong-tong digunakan sebagai alat komunikasi sederhana untuk menyampaikan informasi, seperti tanda bahaya, waktu sholat, dan lain sebagainya. Musik ini juga dimainkan dalam berbagai acara adat dan tradisi, seperti pernikahan, khitanan, dan perayaan hari besar Islam.
Lebih dari sekadar alat musik, Tong-tong memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Madura. Iramanya yang semangat dan meriah mencerminkan semangat juang dan pantang menyerah masyarakat Madura. Musik ini juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan, karena dimainkan secara bersama-sama oleh banyak orang.
Upaya Pelestarian Musik Tong-tong
Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya melestarikan musik Tong-tong sebagai salah satu warisan budaya daerah. Berbagai upaya dilakukan, seperti:
- Menggelar festival musik Tong-tong
- Memberikan pelatihan kepada generasi muda
- Mendorong penggunaan musik Tong-tong dalam berbagai kegiatan
Upaya Melestarikan Budaya dan Meningkatkan Ekonomi Lokal
Parade Musik Tong-tong yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk melestarikan budaya tradisional dan meningkatkan ekonomi lokal.
“Melalui Parade musik tong-tong, kami mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai seni budaya seperti musik tong-tong ini. Karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, merawat serta melestarikan budaya tradisional,” kata Wakil Bupati Sumenep, Dewi Khalifah.
Beliau berharap parade ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional, mempromosikan musik Tong-tong ke tingkat nasional dan internasional, meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumenep, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM.
“Dengan parade musik tong-tong ini, kami dari pemerintah kabupaten berharap ada dampak peningkatan ekonomi khususnya UMKM, kemudian juga berdampak meningkatkan kunjungan wisatawan di Sumenep,” pungkas Dewi Khalifah.
Musik Tong-tong merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, seperti Parade Musik Tong-tong, diharapkan musik Tong-tong dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia. [ian]






