Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur mencetak sejarah baru dengan menerima kunjungan perdana dari delegasi parlemen luar negeri, yakni Majelis Legislatif Kota St. Petersburg, Rusia, pada Jumat (12/6/2026). Pertemuan bersejarah yang disambut langsung oleh jajaran pimpinan dewan ini secara khusus membahas rancangan kolaborasi dan peluang pertukaran budaya antarkedua wilayah.
“Bahwa apa yang diinginkan oleh tamu kita adalah sebuah kerja sama antara DPRD Rusia dengan DPRD Provinsi Jawa Timur terkait dengan saling tukar budaya, termasuk Jawa Timur,” ujar Ketua DPRD Jatim, M. Musyafak Rouf.
Dalam lawatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, diskusi berkembang pada kesamaan identitas historis antara Kota Surabaya dan St. Petersburg. Kedua pihak sepakat bahwa status sebagai kota pahlawan membuka peluang besar untuk mengembangkan sektor pariwisata sejarah secara bersama-sama.
“Di Surabaya ini kota yang hampir sama dengan St. Petersburg karena kota pahlawan. Di sana juga banyak tokoh pahlawan yang ada di Rusia, berada di kota Saint Petersburg,” tutur Musyafak.
Delegasi parlemen asal Negeri Beruang Merah tersebut menyambut antusias tawaran kolaborasi ini dan memposisikan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah prioritas kunjungan kerja mereka. Melalui penerjemahnya, Chairman of the Legislative Assembly of St. Petersburg Aleksandr Belskii mengutarakan optimisme tinggi agar sinergi lintas negara ini dapat segera direalisasikan.
“Kerja sama antara kedua wilayah, Rusia dan Indonesia, yaitu Provinsi Jatim dan Kota St. Petersburg, sangat berpotensi besar. Dan hari ini kami telah membahas peluang-peluang untuk menjalin kerja sama,” terangnya.
Rangkaian agenda kenegaraan ini kemudian diakhiri dengan kegiatan peninjauan ruang sidang paripurna serta prosesi pertukaran cinderamata berupa blangkon dan batik khas Jawa Timur. Pihak legislatif St. Petersburg meyakini bahwa kolaborasi antar-parlemen ini akan memperkokoh landasan kerja sama regional secara menyeluruh bagi kedua belah pihak.
“Kami merasa bahwa perjanjian seperti ini akan sangat berpotensi besar,” pungkas Aleksandr Belskii. [asg/but]






